Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kapolda Metro bakal kumpulkan korlap-korlap demo 4 November

Kapolda Metro bakal kumpulkan korlap-korlap demo 4 November demo fpi vs ahok di hi. ©2014 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Gabungan organisasi massa (Ormas) Islam akan mengepung Jakarta, Jumat, 4 November nanti. Mereka satu suara memprotes penanganan kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki T Purnama yang tak kunjung tuntas.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono mengatakan, pihaknya sudah mengumpulkan seluruh informasi intelijen. Selain itu juga diambil langkah-langkah persuasif dengan melakukan pendekatan kepada tokoh tokoh masyarakat dan koordinator demo.

"Pak Kapolda dan Dir Intelkam akan memanggil Korlap-Korlap terlibat dalam demo. Kita akan duduk bersama dan bersinergi. Berikan pengarahan apa yang boleh dan tidak, termasuk pak Kapolda mengeluarkan maklumat terkait demo tersebut," kata Awi, Senin (31/10).

Dia mengimbau agar pendemo menyampaikan aspirasi dengan tertib. Masyarakat juga diminta tak mudah termakan isu-isu dan provokatif di media sosial. Polisi pun dengan tim cyber nya terus bekerja memburu para provokator di dunia maya.

"Banyak sekali provokasi, adu domba beberapa pihak, termasuk Ormas diadu domba dengan Ormas lainnya. Dari Polri dan TNI dibenturkan. Ada isu-isu yang tidak benar," tegasnya.

Dia mencontohkan soal kabar perintah Kapolda Metro temabk pendemo. "Saya sampaikan tidak ada. Kapolda menyampaikan dalam konteks yang lain kejahatan dan kriminalitas seperti kemarin ada masjid yang dicoret silang. Itu bapak kapolda menyampaikan itu tapi diplesetkan ke aksi demo besok, itu perlu diwaspadai," jelasnya.

Untuk prosedur tetap (Protap) pengamanan demo, kata Awi semua ada tahapannya sesuai Perkap Nomor 16 Tahun 2006 tentang Pengendalian Massa. Di sana diatur peralatan dibawa petugas mulai dari tangan kosong, tameng fiber dan tameng sekat dan lain sebagainya.

Jika massa bertindak secara anarkis ada penguatan kekuatan seperti diatur dalam Perkap Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian. "Protap Perkap ini akan digunakan menurut eskalasi di lapangan dan kita berharap tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.

Soal rute para pendemo, "Ya dari informasi awal akan ke Istana Negara. Nanti dari sisi timur dan barat kalau digunakan nanti peringatan kepada masyarakat akan kita lakukan rekayasa lalu lintas," tandasnya. (mdk/did)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP