Kapolda Kaltim Tegaskan Demo Hendak Menduduki DPRD Adalah Anarkis
Merdeka.com - Polda Kalimantan Timur menegaskan tidak akan pernah mengizinkan aksi demonstrasi menduduki DPRD Kaltim. Pendudukan DPRD Kaltim merupakan aksi anarkis.
"Kita tidak izinkan. Kita pertahankan (DPRD Kaltim)," kata Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Pol Priyo Widyanto, ditemui di Samarinda, Selasa (1/10).
Pernyataan itu ditegaskan Priyo, menanggapi 3 kali aksi ribuan mahasiswa berbagai kampus yang menghendaki masuk dan menduduki DPRD Kaltim. Mereka ingin menyuarakan tuntutan seperti di antaranya penolakan revisi UU KPK.
"Tidak ada istilah menduduki. Menduduki itu kata-kata memaksa, itu anarkis. Tidak ada zaman demokrasi ini memaksa. Demokrasi ini kan ada keterwakilan. Silakan keterwakilan," ujar Priyo.
"Kalau mau menduduki, ya sudah kita hadapi. Berarti kan mereka sudah memaksa kita melakukan tindakan tegas. Kita sudah siap, di-back up TNI. Kita pastikan, tidak menggunakan senjata," tambah Priyo.
Menurut Priyo, pola ingin menduduki DPRD, sama dengan di daerah lain. "Tidak hanya di sini. Polanya di daerah lain hampir sama. Polanya adalah memaksa, dan menduduki DPR. Itu polanya," tegas Priyo.
Dengan begitu, masih disampaikan Priyo, aksi demonstrasi mahasiswa tidak mungkin spontanitas. "Kalau bgini, orang bilang spontanitas tidak mungkin. Paling tidak, ada granddesign, ada yang merencanakan, mengkoordinir. Kamu buat seperti ini di wilayahmu, polanya seperti ini. Semua sama loh, ingin duduki DPR," ungkap Priyo.
Masih menurut Priyo, pertemuan dia hari ini bersama dengan rektor, direktur perguruan tinggi dan para Kepsek di Hotel Bumi Senyiur Samarinda, bukan untuk menggembosi aksi mahasiswa. "Bukan upaya menggembosi, tidak ada. Tujuannya hanya agar kondusivitas di Kaltim terus terjaga," kata Priyo.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya