Kapendam Buka Suara soal Viral Anggota TNI Masuk Kampus Pantau Diskusi 'Fasisme Mengancam Kampus'
Diskusi yang diselenggarakan oleh Kelompok Studi Mahasiswa Walisongo (KSMW) bersama Forum Teori dan Praksis Sosial (FTPS) awalnya dimulai pukul 16.00 Wib
Para aktivis kampus yang menggelar forum diskusi mengangkat tema tentang 'Fasisme Mengancam Kampus: Bayang-Bayang Militer bagi Kebebasan Akademik' pada Senin 14 April 2025 didatangi anggota TNI dan sejumlah orang misterius.
Diskusi yang diselenggarakan oleh Kelompok Studi Mahasiswa Walisongo (KSMW) bersama Forum Teori dan Praksis Sosial (FTPS) awalnya dimulai pukul 16.00 Wib. Namun, jalannya diskusi tersebut sedikit terganggu lantaran kehadiran orang yang tidak dikenal.
"Ada orang tak dikenal masuk ke dalam forum. Kami coba minta dia untuk memperkenalkan diri, tapi orang tidak dikenal ini tidak mau," kata Rektor KSMW Ryan Wisnal dalam keterangannya.
Orang tak dikenal tersebut kemudian meninggalkan lokasi diskusi. Namun, di tengah berlangsungnya diskusi, anggota TNI berseragam dan satu orang berbaju sipil muncul di tempat yang sama bersama satpam kampus.
"Kami berusaha tanya ke mereka kenapa datang ke sini dan tahu informasi diskusi dari mana kami tanyakan. Tapi mereka hanya merespons senyum seolah menunjukkan bahwa mereka lebih kuat seperti itu," ungkapnya.
Selama mengadakan diskusi dengan mengangkat berbagai topik dan isu. Ini pengalaman pertama diskusinya diawasi anggota TNI. Selain itu membuat peserta yang merupakan mahasiswa merasa kaget.
Menurutnya, adanya anggota TNI yang masuk ke kampus dan mengawasi diskusi mahasiswa salah satu dampak nyata disahkannya Revisi Undang-undang (UU) TNI. Ryan memastikan bahwa KSMW akan tetap menggelar diskusi dengan mengangkat berbagai macam topik.
Bentuk Intervensi
Ryan merasa kehadiran anggota TNI dan orang misterius dalam forum diskusi tersebut sebagai bentuk intervensi terhadap kebebasan akademik di kampus. Pihaknya telah melaporkan kejadian ini ke LBH Semarang.
"Selain pemateri, para peserta yang hadir juga tidak leluasa dalam menyampaikan ide dan gagasannya. Karena kami diawasi secara langsung oleh militer dan kami bertanya-tanya kenapa ada militer," ungkapnya.
Humas UIN Walisongo Semarang, Achie menyikapi persoalan diskusi mahasiswa yang sempat diintervensi anggota TNI beberapa hari kemarin. Pihak rektorat tidak mempersoalkan kehadiran anggota TNI ke lokasi diskusi selama tidak mengganggu jalannya acara yang diadakan mahasiswa.
"Selama mereka datang, tidak ganggu acara, tidak membubarkan atau sejenisnya, tidak apa-apa," kata Achie.
Pihaknya sedang berkoordinasi dengan pimpinan kampus untuk menyikapi kasus yang mencuat tersebut. Sejauh ini yang ia dengar anggota TNI tersebut tidak berbuat gaduh saat diskusi berlangsung.
"Pihak pimpinan belum ada respon apapun. Kecuali kalau ada anggota yang bertindak, kami akan mengambil sikap," kata dia.
Kapendam IV Diponegoro Semarang, Letkol Inf Andy Sulistyo Kurniawan membenarkan memang ada seorang anggota Koramil Ngaliyan yang nyanggong ke kampus UIN Walisongo.
Tapi menurutnya anggota Koramil yang tidak ia sebutkan namanya itu ditugaskan memantau wilayah termasuk bergerak ke lokasi diskusi tersebut.
"Bahwa benar ada satu orang anggota kami dari Koramil Ngaliyan berada di area depan kampus. Hal ini dilakukan hanya demi menjalankan tugas monitoring wilayah, karena ada beredar pamflet undangan diskusi dari kawan-kawan akademisi yang terbuka secara umum," ungkapnya.
Ia menjelaskan babinsa Koramil Ngaliyan ditugaskan khusus menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan wilayahnya.
"Jadi kehadiran satu orang Babinsa tersebut hanya sebatas di depan Kampus untuk tugas monitoring wilayah, karena itu memang sudah menjadi tugas dan tanggungjawab Babinsa dalam rangka turut menjaga Keamanan dan Ketertiban lingkungan binaan yang menjadi tanggungjawabnya," ujarnya.
"Kami meyakinkan tidak ada tindakan intervensi ataupun upaya untuk mencegah acara diskusi dan ini dibuktikan Babinsa hanya berada di depan kampus," tambahnya.
"Berkaitan dengan orang yg diduga Intelijen sesuai di video, kami menyatakan bahwa orang yang berada dalam video tersebut bukan anggota kami," tandasnya.