Kaltim Sudah Mampu Periksa Swab Covid-19, Tak Lagi Dioper ke Surabaya

Rabu, 6 Mei 2020 02:17 Reporter : Saud Rosadi
Kaltim Sudah Mampu Periksa Swab Covid-19, Tak Lagi Dioper ke Surabaya Tes Cepat Covid 19 di Pasar Anyar Tangerang. ©2020 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Provinsi Kalimantan Timur, paling lambat dua pekan mendatang, segera melakukan pemeriksaan sampel swab sendiri, untuk memastikan status pasien terkonfirmasi positif terjangkit SARS-CoV-2 atau tidak. Lokasinya, di RSUD AW Syachranie, di Samarinda.

Selama ini, sejak wabah Covid-19, Kaltim termasuk yang harus mengirimkan lebih dulu ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) di Surabaya, Jawa Timur. Disebabkan juga antrean dari daerah lain, Kaltim baru bisa tahu hasil pemeriksaan swab hingga sepekan, dari waktu normal paling lama 2 hari.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kaltim memastikan, alat Polymerase Chain Reaction (PCR) di RSUD AW Syachranie, secara teknis sudah siap digunakan, untuk keperluan pemeriksaan swab.

"Kementerian Kesehatan, sebelumnya janji siapkan reagen. Tapi, perkembangan terbaru, reagen untuk keperluan PCR, harus disediakan sendiri oleh pemerintah daerah," kata Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Kalimantan Timur Andi M Ishak, Selasa (5/5).

Menyikapi itu, Pemprov gerak cepat. Mengingat, reagen sudah ada di Jakarta. "Hanya kemarin, entah kenapa, batal didistribusikan ke daerah. Sehingga, daerah diminta untuk melakukan pembelian langsung (reagen) pada distributor yang sudah mendatangkan reagen untuk PCR," ungkap Andi.

Dari distributor, ketersediaan reagen hingga tiba di Samarinda, paling lambat dua pekan mendatang. Namun demikian, lanjut Andi, Gugus Tugas meminta kedatangan reagen untuk keperluan PCR, bisa lebih cepat.

Dari sisi sumber daya manusia pun, sebelumnya telah dilakukan pelatihan secara online, hingga 2 Mei 2020, untuk mengoperasikan PCR, memeriksa sampel swab pasien dalam pengawasan (PDP).

"Balitbangkes akan lakukan pengecekan terakhir, agar PCR memenuhi standar pengujian. Kita juga liat kemungkinan lain yang bisa kita lakukan. Jadi, kemungkinan dua minggu kedepan, kita sudah bisa lakukan pengujian sendiri," tutup Andi. [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini