Kakak beradik yang lompat dari apartemen mengalami gangguan jiwa
Merdeka.com - Kapolsek Cibeunying Kidul Kompol Anton Purwantoro menyebut dua perempuan yang melakukan aksi bunuh diri dengan cara loncat dari lantai lima apartemen Gateway, mengalami gangguan jiwa. Bahkan kedua korban, Elviana Parubak (34) dan Eva Septiany Parubak (28) pernah direhabilitasi kejiwaannya sejak 2006 lalu di Bogor.
"Menurut keterangan kakaknya Rionald Parubak (keluarga kedua korban), keduanya mengalami gangguan psikis selama 8 tahun," kata Kepala Polsek Cibeunying Kidul Kompol Anton Purwantoro di lokasi kejadian, Senin (24/7).
Sehingga untuk motif dengan cara meloncat memang karena korban ini mengalami gangguan kejiwaan berkepanjangan. Saat kejadian korban yang menghuni kamar nomor 1 Lantai 5A itu melompat secara bergiliran. Keduanya tewas mengenaskan lantaran tubuhnya terhempas dari ketinggian.
Tindak tanduk depresi yang dialami keduanya juga tak dibantahkan Dewi (34) pekerja pencuci apartemen tersebut. Dua perempuan tersebut memang terlihat murung beberapa hari ini seperti dilanda stres.
"Pagi tadi memang masih lihat. Dia kaya yang bingung. Kaya yang stres gitu. Kaya yang punya unek-unek gitu pengen dibicarakan," kata Dewi di lokasi yang sempat melihat langsung aksi bunuh diri korban.
Jasad kedua korban saat ini dibawa ke RS Polri Sartika Asih untuk dilakukan visum. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya