Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, Warga Sampit-Palangka Raya Salat Minta Hujan

Rabu, 11 September 2019 08:03 Reporter : Henny Rachma Sari
Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, Warga Sampit-Palangka Raya Salat Minta Hujan Ilustrasi. ©2019 Merdeka.com/Abdullah Sani

Merdeka.com - Warga Kota Palangka Raya dan Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Timur menggelar salat minta hujan atau istisqa. Sebab, kabut asap semakin pekat dan mengkhawatirkan bagi kondisi kesehatan.

Warga perumahan Bangas Permai yang merupakan kawasan padat penduduk di Kota Palangka Raya, Rabu pagi menggelar salat Istisqa di lapangan sekitar Masjid Al Fattah.

Sementara di Sampit juga digelar salat Istisqa dan pada Selasa(10/9) juga dilaksanakan salat minta hujan oleh Kepolisian Resort Kabupaten Kotawaringin Timur.

"Usaha di lapangan memadamkan kebakaran lahan sudah kita lakukan bersama, tapi ternyata masih terjadi kebakaran lahan dan asap. Makanya selain upaya di lapangan, kita juga melakukan ikhtiar berserah diri meminta agar Allah SWT menurunkan hujan," kata Wakapolres Kompol Endro Wibowo di Sampit.

Saat ini asap kebakaran lahan masih menyaput Sampit. Data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, indeks standar pencemaran udara di Sampit pada pukul 09.00 Wib masih dalam kategori Tidak Sehat dengan kadar polusi 209,18 mikrogram per meter kubik.

salat istisqa merupakan salat sunat yang dianjurkan dalam Islam untuk dilaksanakan ketika terjadi kemarau panjang seperti sekarang. Apalagi kemarau di Kotawaringin Timur saat ini diperparah dengan kebakaran lahan dan kabut asap.

salat istisqa dipimpin Ustaz Abdul Muin sebagai imam dan khatib. salat sunat dua rakaat itu dilaksanakan di halaman Markas Polres Kotawaringin Timur diikuti polisi dan polisi wanita.

Jamaah terlihat khusyuk melaksanakan salat di tengah Kota Sampit yang masih disaput asap tipis. Jamaah berharap ikhtiar ini akan dikabulkan Allah sehingga hujan segera turun.

Endro mengatakan, Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan di lapangan terus bekerja memadamkan kebakaran lahan. Tim bekerja siang dan malam menanggulangi agar kebakaran lahan segera berakhir.

Upaya ini diharapkan juga didukung oleh masyarakat dengan mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan. Kepedulian ini sangat penting agar agar upaya yang dilakukan bisa lebih maksimal.

"Dari sisi penegakan hukum juga terus kami lakukan terhadap pelaku pembakar lahan agar memberikan efek jera. Tapi kami berharap yang lebih penting adalah kesadaran masyarakat bahwa dampak kebakaran lahan itu membahayakan kita semua," kata Endro.

Sementara itu, Ustaz Abdul Muin mengatakan, kerusakan di muka bumi umumnya terjadi atas ulah manusia. Kebakaran lahan dan asap yang terjadi saat ini bisa jadi juga akibat kelalaian dan ulah manusia.

"Mari kita perbanyak istighfar meminta ampun kepada Allah. Kalau kebakaran lahan dan asap ini adalah teguran dari Allah, kita meminta ampun semoga kondisi ini segera berakhir. Mudah-mudahan dengan salat istisqa ini Allah segera menurunkan hujan," harap Abdul Muin. Seperti diberitakan Antara. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini