Jusuf Kalla Dianugerahi Doktor Kehormatan dari ITB

Senin, 13 Januari 2020 19:33 Reporter : Aksara Bebey
Jusuf Kalla Dianugerahi Doktor Kehormatan dari ITB JK dapat honoris causa dari ITB. ©2020 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK) dianugerahi Doktor Kehormatan (Honoris Causa) dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Hal ini diberikan karena pria kelahiran Sulawesi Selatan ini dianggap sudah melahirkan sejumlah inovasi untuk peningkatan produktivitas sistem berupa perusahaan maupun institusi sektor publik dan pemerintahan.

Sidang terbuka penganugerahan itu digelar di Aula Barat Kampus ITB, Jalan Ganesa, Senin (13/1). Sejumlah pejabat publik tampak hadir dalam acara tersebut. Di antaranya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat PUPR), Basuki Hadimuljono dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Ketua Tim Promotor, Prof. Abdul Halim mengatakan, penganugerahan gelar ini bertujuan mendorong masyarakat terus berprestasi serta menyumbang untuk pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.

"Penganugerahan ini tercantum dalam SK Senat Akademik ITB nomor 43/SK/K01-SA/2003, tim promotor berkesimpulan bahwa M. Jusuf Kalla sangat layak mendapat gelar kehormatan dari ITB dalam bidang produktivitas," kata dia dalam laporan pertanggungjawaban Tim Promotor ITB.

1 dari 3 halaman

Rektor ITB, Prof. Kadarsah Suryadi menyatakan, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi pada tahun 2030-2040. Artinya, jumlah penduduk produktif lebih besar dengan yang masuk kategori tidak produktif.

"Saya berharap agar penganugerahan ini menjadi awal dari gerakan nasional produktivitas dalam menyongsong bonus demografi," ucap dia.

Usai acara, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan penghargaan ini merupakan yang ke 14 yang diterima Jusuf Kalla. Ini merupakan bagian dari inovasi yang diusung dengan tagline lebih cepat, lebih baik, lebih murah.

"Artinya lebih efektif lebih produktif. Persaingan kita ke depan adalah yang cepat dan lambat, bukan yang besar dan kecil. Sudah selayaknya pak JK sudah mendapatkan doktor honoris causa," ucap dia.

2 dari 3 halaman

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menilai, Jusuf Kalla mampu melahirkan perubahan yang luar biasa. Selama menjabat sebagai wakil presiden dua periode, ada beberapa inovasi yang berhasil dilahirkan. Selain mengonversi minyak tanah ke gas, bantuan langsung tunai dan pembangunan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin merupakan inovasi Jusuf Kalla.

"Beliau pebisnis, politisi, birokrat, melahirkan perubahan luar biasa. Paling populer mengonversi minyak tanah menjadi gas (LPG), itu terbaik di dunia. Hanya 3 tahun mengalihkan energi yang mahal menjadi yang lebih murah," tambahnya.

"Karena teori beliau dalam mengefisienkan proses menjadi lebih cepat, lebih murah itu tidak sesederhana dalam praktiknya. Tapi beliau bisa mempraktikkan membangun bandara dengan lebih murah, membangun pembangkit listrik, semua adalah keputusan politik yang datang dari proses engineering," kata Emil.

3 dari 3 halaman

Dalam orasi ilmiahnya, Jusuf Kalla memaparkan sejumlah kunci dalam berinovasi. Pertama adalah keberanian dan ketegasan untuk memulai dan mengambil risiko. Kedua, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Ketiga, manajemen dan akumulasi pengetahuan. Kemudian, peran entrepreneur dan peranan perguruan tinggi. Terakhir adalah wisdom.

"Sungguh suatu kehormatan bagi saya, untuk menjadi penerima Doktor Honoris Causa dari institusi penting, seperti ITB. Izinkan saya, pada kesempatan ini, mengucapkan terima kasih dan menyampaikan penghargaan yang tinggi, khususnya kepada civitas akademika ITB," katanya.

"Saya berdiri di sini bukanlah sebagai seorang akademisi yang mengupas teori, tetapi untuk berbagi pengalaman saya yang selama lebih dari 50 tahun di dunia bisnis, politik dan pemerintahan," tambahnya. [rnd]

Baca juga:
JK: Teror Bukan Direncanakan di Masjid, Tapi dari Kos-kosan
JK Tinjau Dapur Umum PMI di Jakarta Timur
Pemilu Serentak 2019, Pemilu Terburuk Sepanjang Sejarah?
Alasan Jusuf Kalla Tolak Penghapusan UN Sejak 10 Tahun Lalu
JK Sebut Pendekatan Sosial Diperlukan untuk Selesaikan Konflik di Papua
Anggota DPR Ungkap Peran Jusuf Kalla Tolak Penghapusan UN 10 Tahun Lalu

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini