Jumlah ODP dan PDP Covid-19 Bertambah, Pemkot Palembang Tambah Anggaran Pencegahan
Merdeka.com - Pemerintah Kota Palembang menambah anggaran pencegahan Covid-19 Rp4 miliar sehingga menjadi Rp120 miliar. Penambahan ini imbas dari semakin bertambahnya jumlah orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) di kota itu.
Wali Kota Palembang Harnojoyo mengungkapkan, tambahan anggaran diambil dari dana hibah dan lainnya yang diperuntukkan terutama bantuan bagi masyarakat miskin baru dampak Covid-19 dan kebutuhan logistik. Anggaran itu juga dialokasikan dalam pemenuhan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga kesehatan.
"Tadinya dialokasikan Rp116 miliar, sekarang ditambah Rp4 miliar, total Rp120 miliar. Ini untuk pencegahan penyebaran karena ODP dan PDP semakin bertambah," ungkap Harnojoyo, Selasa (7/4).
Menurut dia, tambahan logistik juga bakal diterima Pemkot Palembang dari pemerintah pusat begitu bahan logistik dari India diterima. Logistik itu diproyeksikan akan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat selama tiga bulan ke depan.
"Menteri Pertanian bilang dalam waktu dekat ini kita mendapat 13 ribu ton logistik dari India. Masyarakat jangan panic buying," imbaunya.
Sekretaris Daerah Kota Palembang Ratu Dewa memprediksi bakal ada tambahan jumlah masyarakat miskin baru akibat wabah ini. Dirinya telah menginstruksikan camat dan lurah untuk mendata warganya yang terdampak Corona seperti korban pemutusan hubungan kerja (PHK), dirumahkan, atau orang miskin baru.
"Pergeseran anggaran ini sifatnya tanggap darurat, tidak perlu persetujuan legislatif, kita berpegang pada regulasi yang ada. Kami ingin orang terdampak Corona terbantu, mengurangi beban mereka," tegasnya.
Terpisah, juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Sumsel Yusri mengatakan, tidak ada penambahan jumlah pasien positif Covid-19 pada hari ini atau tetap berjumlah 16 orang. Sementara ODP berjumlah 1.763 orang dan PDP bertambah dua orang menjadi 18 orang yang masih menjalani perawatan di rumah sakit.
"Kami memeriksa 120 sampel, 16 di antaranya positif, 70 negatif dan sisanya atau 34 sampel masih menunggu hasil," kata dia.
Dikatakannya, sampel yang masih diperiksa didominasi orang-orang sempat kontak dengan dua pasien positif asal Ogan Komering Ulu. Diduga, keduanya tertular virus itu saat berada di Palembang.
"Jika ada positif baru, kemungkinan besar Palembang jadi zona merah karena sudah ada transmisi lokal, seperti yang terjadi di Prabumulih," tutupnya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya