Jual Satwa Dilindungi, Herry Dihukum 2 Tahun Bui dan Denda Rp 10 Juta

Kamis, 24 Januari 2019 04:01 Reporter : Yan Muhardiansyah
Jual Satwa Dilindungi, Herry Dihukum 2 Tahun Bui dan Denda Rp 10 Juta Sidang Herry Ginting. ©2019 Merdeka.com/Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Majelis hakim menjatuhkan hukuman 2 tahun penjara kepada Herry Ginting (28). Warga Jalan Besar Namorambe Pasar Serong, Delitua, Namorambe, Deli Serdang, Sumut, ini terbukti bersalah menjual satwa dilindungi.

Hukuman itu dijatuhkan majelis hakim yang diketuai Aswardi di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (23/1) sore. Majelis menyatakan Herry telah melanggar Pasal 40 ayat (2) jo Pasal 21 ayat (2) huruf a UU RI No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya jo Peraturan Pemerintah No 07 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

"Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Herry Ginting dengan pidana penjara selama 2 tahun dan denda Rp 10 juta. Dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar diganti dengan kurungan selama 3 bulan," ucap Aswardi.

Hukuman itu lebih rendah dari tuntutan. Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahmi Shafrina meminta agar Herry dijatuhi hukuman 2 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 10 juta subsider 3 bulan kurungan. Menanggapi putusan itu, JPU menyatakan pikir-pikir. Begitu pula dengan terdakwa.

Sesuai dakwaan, Herry diamankan petugas Polisi Kehutanan pada Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Sumatera Seksi Wilayah I Medan pada September 2018. Untuk melakukan penangkapan itu, petugas menyamar sebagai pembeli.

Herry ditangkap saat transaksi di rumahnya. Ketika itu, petugas mengamankan barang bukti satwa dilindungi berupa 4 ekor kukang, 4 ekor lutung, dan 2 ekor monyet ekor panjang.

Herry mengaku memperoleh satwa-satwa itu dengan cara menangkapnya di areal perladangan duku dan langsat di Desa Sibiru-biru, Sibiru-biru, Deli Serdang. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini