Jokowi soal Banjir Sentani: Penanganan, Evakuasi Secepat-Cepatnya
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo sudah menerima laporan bencana banjir bandang di Sentani, Jayapura. Dia pun memerintahkan pihak terkait agar segera melakukan penanganan agar jumlah korban tak bertambah.
"Saya sudah mendapat laporan dari Kepala BNPB Doni Monardo mengenai banjir bandang di Sentani. Saya sudah perintahkan secepatnya untuk datang ke lokasi hari ini. Beliau langsung ke sana. Kita harapkan, yang paling penting penanganan, evakuasi secepat-cepatnya. Agar mengurangi korban yang ada," katanya di JICT, Jakarta Utara, Minggu (17/3).
Kemudian, Jokowi meminta segera dilaporkan hal-hal penting karena banjir bandang tidak hanya di Sentani. "Di provinsi lain juga ada. Kabupaten lain, kota lain juga ada," tuturnya.
Menurutnya, penanganan hulu, penanaman, penghijauan akan dimaksimalkan. "Dan inilah ke depan yang akan kami kerjakan. Konsentrasi pada penanganan hulu,," tuturnya.
"Terakhir saya ingin sampaikan duka cita yang mendalam pada seluruh korban yang meninggal karena banjir bandang itu."
Bagaimana dengan moratorium pembukaan perhutanan?
"Ya moratorium efektif, tapi penghutanan kembali dan penghijauan kembali di hulu harus. Jangan hanya moratorium saja, tidak akan menyelesaikan masalah. Karena terlanjur rusak bertahun tahun lalu," tandasnya.
Seperti diketahui, hingga pukul 10.15 WIB jumlah korban 50 orang meninggal dunia. Dari 50 orang meninggal dunia, 38 jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Papua, 7 jenazah di RS Marthin Indey, dan 5 jenazah di RS Yowari. Sebanyak 49 korban sudah berhasil diidentifikasi sedangkan 1 jenazah masih dalam proses identifikasi.
"Data terakhir, jumlah jenazah yang ditemukan telah mencapai 50 orang," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui keterangan tertulis, Minggu (17/3).
Dia menambahkan, 59 orang luka-luka yang dirujuk ke PKM Sentani, RS Bhayangkara dan RS Yowari. Dinas Kesehatan Jayapura dan Dinas Kesehatan Papua mengoordinir penanganan tim medis bagi para korban.
"Evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban diintensifkan untuk mencari korban. Tim SAR gabungan masih melakukan evakuasi dan belum semua daerah terdampak dijangkau karena tertutup pohon, batu, lumpur dan material banjir banjir bandang," ujarnya.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya