Jokowi Minta Masyarakat Luruskan Hoaks dan Fitnah Terhadap Dirinya

Selasa, 26 Maret 2019 19:42 Reporter : Abdullah Sani
Jokowi Minta Masyarakat Luruskan Hoaks dan Fitnah Terhadap Dirinya Jokowi kampanye . ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Calon Presiden Joko Widodo melakukan kampanye akbar di Lapangan Gelanggang Kota Dumai Riau, Selasa (26/3). Ditemani sang istri, Iriana, Jokowi datang dengan kemeja putih.

‎Kepada ribuan masyarakat Riau, Jokowi menyampaikan program kerja untuk melanjutkan kepemimpinannya untuk 5 tahun lagi yang akan datang. Selain itu, Presiden RI ini juga menceritakan pengalamannya yang diserang fitnah dan hoaks.

"Empat setengah tahun saya difitnah, dihujat, direndahkan, dijelek-jelekkan, saya diam. Sabar ya Allah sabar ya Allah," kata Jokowi.

Warga yang mendengar keluhan Jokowi tiba-tiba langsung diam dari sorak sorai. Massa juga terdengar saling berbisik mengucapkan rasa iba dan emosi mendengar Jokowi difitnah.

‎"Masyarakat jangan sampai termakan isu hoaks. Hari ini, saya minta bapak, ibu-ibu meluruskan fitnah itu, setuju," kata Jokowi disambut kata setuju secara serentak oleh massa.

Jokowi mencontohkan dirinya difitnah sebagai bagian dari komplotan PKI. Padahal, Jokowi menjelaskan PKI dibubarkan saat dirinya masih berusia di bawah lima tahun.

"Saya berikan contoh, ada yang menuduh Jokowi PKI, saya diam. Supaya bapak ibu tahu, saya lahir tahun 1961, PKI dibubarkan 65, umur saya baru 4 tahun. Apa ada PKI balita. Yang benar saja," katanya.

Dia menceritakan ada sekelompok orang yang menyampaikan fitnah terhadap Jokowi kepada masyarakat dari rumah ke rumah.‎ Fitnah itu sengaja dilakukan menjelang pemilihan presiden 2019 ini.

"Dalam 3 atau 4 minggu lalu, mulai bertebaran di medsos, banyak yang masuk ke rumah warga. Nanti kalau Jokowi menang, pendidikan agama dihapus, itu bohong, fitnah, hoaks. Tidak akan ada begitu. Ada juga isu, Jokowi menang, zina akan dilegalkan, hati-hati ini kabar fitnah," tegasnya.

Bahkan, Jokowi juga mengaku difitnah adanya isu melegalkan pernikahan sejenis, hingga pelarangan azan. Jokowi menekankan isu itu merupakan kabar hoax yang sengaja dilakukan untuk menyerang dirinya agar suaranya anjlok saat Pilpres.

"Jangan sampai masyarakat termakan isu begitu. Harus ada rakyat melawan, jangan diam saja dengan isu itu. Ada isu azan akan dilarang, hati-hati, wong cawapres saja kiai (Ma'ruf Amin), ketua MUI. Bener enggak? Logikanya ini loh. Mikir..... mikirrr... iya enggak?" katanya.

"Saya yakin warga sini tidak termakan isu begitu. Tolong diluruskan agar itu tidak berkembang kemana-mana," tambahnya.

Jokowi juga menyampaikan sejumlah program dan proyek nasional di Riau yang sebentar lagi akan selesai. Serta sejumlah program yang sedang dijalankan di zamannya.

"Saya dapat tulisan, kapal Feri Roro katanya maju mundur. Itu saya setujui, saya Acc sekarang ini. Kedua (program) kereta api, dari Labuhan Batu ke Dumai gimana pak. Saya sampaikan segera dan dilanjutkan," ucapnya.

Jokowi juga menyinggung soal urusan kelapa sawit di Riau. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menegaskan, pemerintah pusat telah mengadakan kerja sama dengan Pertamina soal hal itu.

"Kita sekarang sudah B50, sudah ada MoU dengan PTPN serta Pertamina. Ini akan memperluas pekerjaan (untuk rakyat) yang ada kelapa sawitnya," kata Jokowi.

Dia juga mengklaim keberhasilannya merebut blok Rokan dari tangan asing dan dipegang perusahaan negara. "Blok Rokan sudah kita rebut, kita yang jalankan sekarang," imbuhnya. [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini