Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jokowi Minta Kiai NU Ajak Ainun Najib dari Singapura Kembali ke Indonesia

Jokowi Minta Kiai NU Ajak Ainun Najib dari Singapura Kembali ke Indonesia Presiden Joko Widodo. ©2022 Biro Pers Sekretariat Presiden

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta kiai Nahdlatul Ulama (NU) mengajak Ainun Najib kembali ke Indonesia. Ainun Najib merupakan warga NU kelahiran Gresik, Jawa Timur.

Inisiator Gerakan Kawal Covid-19 itu kini bekerja di salah satu perusahaan Singapura. Ainun Najib merupakan lulusan Universitas Teknologi Nanyang (NTU) Singapura jurusan Teknik Komputer.

Setelah lulus, dia bekerja sebagai software engineer di Singapura. Kemudian menjabat sebagai konsultan senior. Menurut Jokowi, Ainun Najib bisa mengerjakan banyak hal. Kepala Negara mengaku mengenalnya sejak tujuh tahun lalu.

"Saya kenal 1 orang yang lain masih banyak lagi, beliau ini kerja di Singapura sudah lama, 7 tahun yang lalu saya ketemu, ngerjain ini semuanya apapun bisa. Masih muda sekali, namanya mas Ainun najib, NU," kata Jokowi dalam acara Pengukuhan Pengurus Besar NU (PBNU) Masa Khidmat 2022-2027 dan Harlah Ke-96 NU di Sport and Convention Center, Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (31/1).

Jokowi menyebut, gaji yang diperoleh Ainun Najib dari perusahaan Singapura sangat tinggi. Namun, dia yakin kiai NU bisa mengajak Ainun Najib kembali ke Indonesia.

"Jadi kalau diajak di sini harus bisa menggaji lebih gede dari yang di Singapura. Ini tugasnya nanti Pak Kiai. Kalau beliau yang ngendiko (berbicara), digaji berapa pun, bismillah pasti mau," ujarnya.

Jokowi mengatakan, Indonesia membutuhkan generasi milenial yang membawa perubahan baru. NU memiliki kader muda yang potensial, mulai dari cendikiawan, profesional, wirausaha, hingga teknolog.

"Kita perlu memberikan ruang yang lebih besar kepada warga NU dari generasi milenial, dari generasi Gen Z untuk tampil dan mengambil peran sentral dalam perkembangan Indonesia yang baru," ucapnya.

Sebelumnya, Jokowi mendorong NU melakukan sebuah inovasi di tengah perubahan dunia. Dia ingin, NU memiliki platform yang dapat memfasilitasi para santri mengaji atau menimba ilmu dari para kiai besar hingga teknologi dengan mudah dan terjangkau.

"Saya membayangkan ini dalam waktu segera, NU mempunyai platform edutech. Yang juga mempunyai platform learning management system yang handal, yang memfasilitasi jutaan santri untuk mengaji dari semua kiai-kiai besar, ilmuwan, teknologi dan entrepreneur, dimanapun dan kapanpun secara mudah dan murah," katanya.

Dia juga membayangkan, NU memiliki database jemaah yang lengkap dan canggih dengan bantuan teknologi digital dalam beberapa waktu ke depan. Misalnya, dengan memakai blokchain, artificial intelligence, maupun mesin learning.

"Sangat memungkinkan karena NU memiliki SDM-SDM (sumber daya manusia) yang sangat baik dan mengerti mengenai ini," ujarnya.

Selain itu, Jokowi membayangkan, NU mempunyai marketplace yang andal. Nantinya, marketplace ini dapat dijadikan sebagai tempat produsen dan konsumen NU bertransaksi secara praktis.

"Dan memasukkan produk-produk unggulan warga NU dalam rantai pasok global, ini juga sangat memungkinkan," kata Jokowi.

Menurut dia, situasi dunia saat ini penuh dengan perubahan dan disrupsi serta diwarnai ilmu pengetahuan teknologi. Kondisi ini menuntut cara-cara kerja baru yang kreatif dan inovatif.

"Perubahan yang cepat akibat revolusi industri dan juga pandemi menuntut cara-cara baru yang inovatif. Modernisasi digitalisasi otomasi, tak mungkin lagi bisa dihindari," tutur Jokowi.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP