Jokowi: Islam menghargai kemajemukan suku, golongan, ras dan agama
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo memberi sambutan dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gedung Kanzus Sholawat, Kota Pekalongan. Dia mengingatkan kepada seluruh jemaah tentang adanya Piagam Madinah di zaman Rasulullah.
Bagi Jokowi, Piagam Madinah merupakan inspirasi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang beradab.
"Seperti dicontohkan Nabi dalam hal politik, Rasul pernah membentuk kontrak politik dengan semua komponen masyarakat melalui Piagam Madinah. Itu untuk mempersatukan, untuk kesatuan. Dengan piagam ini, jelas sekali. Ajaran Islam menghargai kemajemukan suku, kemajemukan golongan, ras dan agama," ujar Jokowi.
Jokowi sampaikan itu saat mengikuti Peringatan Maulid Nabi di Gedung Kazus Sholawat Jalan dr Wahidin, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Minggu (8/1).
Jokowi juga mengingatkan pentingnya persatuan dan kesatuan. Bahwa Indonesia memiliki 700 lebih suku dan 1.100 lebih bahasa lokal yang penuh dengan kemajemukan. Menurut Jokowi, kemajemukan tersebut merupakan anugerah yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa.
"NKRI adalah harga mati. Kita punya 34 Provinsi dengan 516 kabupaten dan kota dari Sabang sampai Merauke. Kita hargai kemajemukan suku, agama, ras dan golongan. Kita dianugerahi Allah SWT dengan berbagai macam suku bahasa. Kita bangun kesatuan," pesan Jokowi.
Jokowi juga mencontohkan berbagai kemajemukan Indonesia. Jokowi membeberkan tentang adanya Piagam Madinah yang diinisiasi Rasulullah dan menjadi inspirasi persatuan dan kesatuan.
"Kita beda dengan negara lain hanya 1 suku, kita 700 patut disyukuri, kekuatan kalau kita bisa membangun kesatuannya, ini kita gali potensinya," ujar Jokowi.
Di akhir acara semua yang hadir dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan membaca Teks Pancasila. (mdk/did)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya