Jokowi Dorong Pencapaian Target Vaksinasi WHO pada KTT ASEM ke-13

Jumat, 26 November 2021 21:50 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Jokowi Dorong Pencapaian Target Vaksinasi WHO pada KTT ASEM ke-13 Menkeu Sri Mulyani di KTT G20. ©Biro Pers Sekretariat Presiden/Laily Rachev

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak para pemimpin negara Asia dan Eropa untuk bekerja sama menghadapi pandemi Covid-19 yang hingga saat ini masih belum usai. Menurutnya, saat ini lebih dari 7,6 miliar dosis vaksin telah disuntikkan. Namun kesenjangan akses terhadap vaksin masih lebar.

"(Sebanyak) 64,99 persen populasi negara kaya telah menerima setidaknya satu dosis vaksin, sementara di negara miskin baru 6,48 persen," ujarnya dalam pidatonya saat menghadiri Konferensi Tinggi Tinggi (KTT) Asia-Europe Meeting (ASEM) ke-13 secara virtual, Jumat, (26/11).

Kepala Negara mengungkapkan, target vaksinasi WHO juga masih sulit dicapai. Diperkirakan hampir 80 negara tidak mencapai target vaksinasi 40 persen populasi di akhir tahun 2021. Bahkan, pada saat yang sama lebih dari 100 juta dosis vaksin di negara G7 tidak terpakai dan kedaluwarsa.

"Dalam pertemuan ini saya mengajak kita semua mengubah situasi ini. Target vaksinasi WHO harus dicapai semua negara. Untuk itu, dose-sharing harus digalakkan, produksi vaksin dinaikkan, dan kapasitas penyerapan negara penerima vaksin ditingkatkan," ungkapnya.

Sementara itu, dalam jangka panjang, Jokowi mengajak para pemimpin ASEM untuk terus memperkuat tata kelola dan arsitektur kesehatan global. Hal tersebut juga akan menjadi salah satu agenda utama dalam Presidensi Indonesia di G-20.

"Dalam kaitan ini, WHO harus diperkuat. Traktat pandemi harus didukung oleh semua negara dan mekanisme pendanaan kesehatan untuk negara berkembang perlu dibangun," ucapnya.

Sedangkan, terkait percepatan pemulihan ekonomi, Jokowi menyampaikan dua hal utama yang memerlukan kerja sama erat para pemimpin ASEM. Yaitu transisi energi dan transisi digital.

Dia melanjutkan, transisi menuju energi baru terbarukan harus terus didorong. Tetapi perlu diletakkan juga dalam konteks pencapaian SDGs.

"Investasi dan alih teknologi adalah kata kunci," ucap eks Wali Kota Solo itu.

Selain itu, menurut dia, inklusivitas juga dinilai sangat penting agar celah kesejahteraan tidak makin melebar dan tidak ada yang tertinggal. Inklusivitas dapat dicapai jika akses digital ditingkatkan.

"Digital ekonomi adalah masa depan ekonomi kita. Mari kita menjalin kerja sama agar kita dapat pulih bersama dan pulih lebih kuat," tandasnya.

Turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut yaitu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri I Gede Ngurah Swajaya.

Baca juga:
BIN Suntikkan Ribuan Dosis Vaksin Covid-19 untuk Lansia di Pematang Siantar
Uni Eropa Izinkan Vaksin Pfizer untuk Anak Usia 5-11 Tahun
CEK FAKTA: Hoaks Penerima Sinovac Tak Boleh Booster Pfizer Karena Sebabkan Kematian
Tak Ada Hari Libur, Begini Perjuangan Tenaga Medis di Cianjur untuk Kejar Vaksinasi
Pandemi Masih Berlangsung, Anak yang Masih Punya 11 Kondisi Ini Tak Boleh Vaksin
BIN Sumut Kembali Geber Vaksinasi, 2.000 Dosis Disiapkan untuk Pelajar dan Lansia

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini