JK sebut gaji pejabat rendah karena anggaran negara dikorupsi

Kamis, 30 November 2017 16:37 Reporter : Sania Mashabi
JK sebut gaji pejabat rendah karena anggaran negara dikorupsi Wapres JK. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Presiden (Wapres)Jusuf Kalla (JK) menyoroti alasan para pejabat yang telah terjerat korupsi karena gaji yang tidak cukup besar. Menurutnya, pemerintah tidak akan bisa memakmurkan pejabatnya jika anggaran negara selalu dijadikan lahan korupsi.

"Kita paham selalu alasan bahwa bagaimana Pak gaji rendah, betul semua di sini gaji rendah. Wapres juga gajinya rendah," kata JK dalam pembukaan Rakorwasdanas 2017 Penandatanganan MoU Aparat Pengawas Internal (APIP) di Hotel Bidakara, Kamis (30/11).

"Di negara tidak maju bangsa ini otomatis juga bahwa para aparat mendapat gaji yang lebih baik daripada sekarang ini. Tetapi kalau 30 persen anggaran dikorup Bagaimana bisa negara makmur," sambungnya.

Kendati demikian, JK tidak menampik bahwa memang gaji pejabat di Indonesia masih terbilang rendah. Bahkan kata dia, gaji Wapres dan Presiden juga tidak lebih tinggi dari Direktur Bank.

"Gaji Presiden dan Wapres itu jauh lebih tinggi dari pada gaji Direktur Bank. Jauh lebih rendah. Kita sama-sama. Tetapi sekarang sudah berbagai insentif diberikan," ujarnya.

JK juga sempat mencontohkan negara Singapura yang bisa membayar pejabat negara dengan harga tinggi. Singapura bisa membayar mahal karena berhasil menurunkan tingkat korupsi terlebih dahulu.

"Negara yang dapat membayar mahal aparatnya seperti Singapura, dan sebagainya ialah negara yang maju," ungkap JK.

Sebab itulah ia merasa ada korelasi antara kemakmuran dan pemerintahan yang bersih. Kemakmuran suatu negara akan naik jika pemerintahan di negara tersebut bisa berjalan dengan bersih.

"Itulah yang menjadi harapan ini ada sesuatu antara ayam dan telur bisa naik pendapatan kalau kemakmuran naik kalau pemerintah bersih," tandasnya. [eko]

Topik berita Terkait:
  1. Jusuf Kalla
  2. Gaji Presiden
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini