Jika Masyarakat Disiplin, Tak Sulit Putus Rantai Penularan Covid-19

Sabtu, 28 Maret 2020 16:05 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Jika Masyarakat Disiplin, Tak Sulit Putus Rantai Penularan Covid-19 Keluarga dan kerabat sambut kedatangan Jenazah Taufiq Kiemas. ©2013 Merdeka.com/m. luthfi rahman

Merdeka.com - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X mengatakan bahwa sesungguhnya tidak sulit memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19. Asalkan ada kesadaran masyarakat untuk mau berdisiplin dan membatasi mobilitas.

"Kita harus paham bahwa virus corona ini sangat berbahaya. Tapi sebetulnya untuk mengatasinya dan memutus rantai juga tidak sulit asal diri kita punya kesadaran untuk sementara ini tidak punya mobilitas yang tinggi kalau tidak penting," kata dia, dalam diskusi SmartFM bertajuk 'Kerja Efektif Menghadapi Corona', Sabtu (28/3).

Hal berikut yang harus dilakukan yakni bersedia dan setia melakukan isolasi mandiri. Minimal selama 14 hari di rumah masing-masing.

"Juga yang penting bersedia tinggal di rumah 14 hari. Dimana kalau merasa kondisinya kurang baik melakukan pemeriksaan di RS untuk mencapai keyakinan dia tetap positif atau negatif. Kalau itu bisa dilakukan sebetulnya masalahnya selesai," tegas dia.

Karena itu, amat penting bagi masyarakat tidak melakukan mobilitas dengan intensitas yang tinggi. "Jadi kalau saya punya pendapat bagaimana masyarakat tidak lakukan mobilitas tinggi. Lebih baik berada di tempat di mana dia berada, disiplinkan diri untuk tinggal di rumah. Karena tidak akan bawa konsekuensi penularan virus," jelasnya.

"Jadi semua bukan masalah pulang boleh (atau) tidak, tapi bagaimana mereka berada di tempat masing-masing, coba tinggal sementara 2 minggu sambil memeriksakan kalau merasa ada yang kesehatannya menurun," tegasnya. [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini