Jenguk Pasien Positif Virus Corona, 38 Warga di Sleman Jalani Rapid Test
Merdeka.com - 38 Warga Dusun Yapah, Desa Karanglo, Kecamatan Ngaglik, Sleman harus menjalani rapid diagnostic test (RDT). Ke 38 orang ini harus melakoni rapid test karena sempat menjenguk seorang warga yang dinyatakan positif virus Corona.
Kepala Dusun Yapah, Joni Pranata membenarkan jika 38 orang warganya harus menjalani rapid test. Joni menerangkan jika ke 38 warga yang menjalani rapid test ini karena diketahui kontak dengan seorang warga lain yang diketahui positif virus Corona.
Joni menerangkan bahwa ada seorang warganya yang menderita diabetes. Warga itu adalah seorang perempuan berumur 50 tahun. Joni menerangkan jika sejak dua bulan yang lalu, seorang warganya itu kerap kontrol ke rumah sakit karena diabetes.
"Warga sakit diabetes, karena sakitnya itu jarang keluar rumah sebenarnya. Hanya keluar rumah kalau kontrol ke rumah sakit saja. Habis pulang kontrol dari rumah sakit. Selang 4-5 hari itu merasa batuk. Terus kontrol lagi ke sana, di sana mondok," ujar Joni saat dihubungi, Selasa (21/4).
Joni menuturkan jika warganya itu kemudian sudah boleh pulang sambil menunggu hasil tes swab. Warga tersebut diminta menjalani isolasi mandiri. Saat pulang dari mondok ini, banyak warga yang menjenguk.
Joni memaparkan jika setelah empat hari pulang dari RS, hasil tes swab warganya ini keluar. Dari hasil tes swab, warga itu dinyatakan positif virus Corona.
Sedangkan menurut Kepala Dinkes Sleman, Joko Hastaryo dari hasil rapid test ke 38 warga diketahui seluruhnya negatif. Meskipun demikian ke 38 warga ini harus menjalani isolasi mandiri di rumah. Tujuh hingga 10 hari ke depan, warga ini akan menjalani rapid test kedua.
"Tidak ada yang positif, semua negatif. Kalau ada yang positif itu langsung di periksa swab di rumah sakit," papar Joko.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya