Jenazah pelaku bom panci di Bandung belum diambil keluarga
Merdeka.com - Kepolisian Republik Indonesia terus menunggu keluarga Yayat Cahdiyat alias Abu Salam, pelaku bom panci di Taman Pendawa, Kecamatan Cicendo, Bandung, Jawa Barat. Sampai autopsi selesai pihak keluarga belum juga datang ke Rumah Sakit Polri Kramatjati untuk membawa pulang jenazah.
"Sampai saat ini keluarganya belum ada yang datang dan tentu sebagaimana prosedur di internal Polri kita akan terus mencari dan menemukan atau setidaknya ada yang mewakili," kata Kabagpenum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul, di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Rabu (7/3).
Martinus mengatakan, jika pihak keluarga tidak juga datang, Polri segera memakamkan jenazah Yayat sesuai aturan yang berlaku.
"Kalau tidak ada juga nanti tentu kita akan makamkan sebagaimana aturan yang berlaku. Namun sampai saat ini kita masih menunggu kedatangan keluarganya," ujar dia.
Kendati begitu, dijelaskan mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini bila Polri tidak memberi batas waktu kepada keluarga untuk mengambil jenazah Yayat. Dia berharap, pihak keluarga segera mendatangi RS untuk mengambil jenazah.
"Mereka (Densus) tidak ingin menarget deadline. Dalam kesempatan ini kami imbau kembali agar keluarga datang dan ambil jenazahnya," tuntas Martinus.
Sebelumnya, pelaku terduga teroris yang dilumpuhkan di kantor Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung diketahui berinisial YC (41). Pria itu tercatat sebagai warga Kampung Cukanggenteng, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung.
Setelah meledakkan bom panci, pelaku melarikan ke kantor kelurahan dan tewas usai terjadi baku tembak dengan petugas Brimob Polda Jabar, sekitar pukul 11.15 WIB tadi. Pelaku yang beraksi pagi tadi bersembunyi di kantor kelurahan setelah dikejar-kejar anak SMA. Saat dikepung polisi pelaku sempat membakar ruangan di lantai dua dan kembali melakukan ledakan.
Akhirnya oleh polisi pelaku dilumpuhkan dengan timas panas karena terus melakukan perlawanan. YC tewas dalam penyergapan. Jenazah korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih Bandung untuk diautopsi.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya