Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jembatan di Tol Purbaleunyi geser 53 cm masuk kategori ekstrem

Jembatan di Tol Purbaleunyi geser 53 cm masuk kategori ekstrem Jembatan Cisomang tol Cipularang retak. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Bergesernya Jembatan Cisomang di Tol Purbaleunyi kilometer 100+700, terjadi akibat pergerakan tanah di bawah penyanggangga. Gerakan itu membuat pilar bergeser sampai 53 sentimeter (cm) dan tergolong membahayakan.

"Persoalan kerusakan pergeseran horizontal. Ini dengan pergeseran 53 cm itu ekstrem," kata Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, M Guntoro di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (23/12).

"Itu memang adanya pergerakan tanah di bagian bawahnya," tambahnya.

jembatan cisomang tol cipularang retak

Jembatan Cisomang tol Cipularang retak ©2016 Merdeka.com

jembatan cisomang tol cipularang retak

Dia menyebut, Jembatan Cisomang memiliki panjang 253 meter. Fisik jalan itu disanggah 12 pilar di bawahnya.

Staff Ahli Bidang Mitigasi Gerakan Tanah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG) Sumaryono mengaku, konstruksi jembatan yang didirikan di atas tanah memang rawan adanya pergerakan.

Adapun penyebab pergerakan tanah terjadi akibat serapan air hujan yang terus mengguyur beberapa waktu ke belakang di kawasan tersebut. Oleh karena itu, tingkat kelembekan tanah terus meningkat.

"Karena hujan, itu. Kalau basah, rawan. Tapi zona tinggi itu bukan berarti tidak bisa dibangun," ujar Sumaryono.

Kendati demikian, menurutnya, potensi kerusakan bangunan bisa terminimalisir jika kualitas teknik pembangunan memadai dan menyesuaikan dengan kondisi tanah tersebut. "Harus ada teknik pembangunan yang memadai," terangnya.

(mdk/ang)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP