Jelang Piala Dunia U-20, PKL Manahan Resah
Merdeka.com - Menjelang pelaksanaan Piala Dunia U-20 Mei-Juni 2021, sejumlah pedagang kaki lima (PKL) mulai resah. Mereka mengaku belum mendapatkan sosialisasi terkait kepastian kegiatan akbar tersebut. Padahal menurut rencana, kawasan Stafion Manahan yang menjadi salah satu view utama, harus steril dari kegiatan PKL 6 bulan sebelum pertandingan sepakbola dimulai.
Sri Purwani salah satu pedagang jus di shelter Manahan, Jalan KS Tubun mengaku hingga saat ini belum ada sosialisasi dari Dinas Perdagangan Kota Solo terkait hal tersebut. Padahal jika jadi di gusur ia harus mencari lokasi lain untuk berjualan. Pemkot juga belum memberikan solusi pemindahan lokasi sementara, jika ada penggusuran.
"Ya saya khawatir mas, sampai sekarang belum ada sosialisasi dari pemkot. Kalau digusur kita mau jualan kemana ?" katanya saat ditemui merdeka.com, Senin (12/10).
Dia mengaku selama ini hanya mendengar kabar dari teman-temannya, jika shelter Manahan tempat dirinya mengais rezeki akan digusur, atau bahkan dirobohkan. Sri minta pemerintah memberikan kepastian, kapan akan digusur dan dipindahkan kemana. Sehingga dirinya bisa bersiap-siap ke lokasi yang baru.
Sejumlah pedagang lainnya berharap Pemerintah Kota Solo mendengarkan aspirasi mereka. Hal tersebut untuk mencari solusi terbaik agar event 5 tahunan tersebut bisa berjalan lancar dan pedagang tidak dirugikan. Salah satu usulan yang mereka sampaikan adalah, pedagang diliburkan namun tetap bisa kembali ke lokasi semula setelah piala dunia selesai.
"Daripada dipindah, kami pilih diliburkan 6 bulan nggak apa mas. Asal bisa balik lagi ke Manahan setelah piala dunia selesai," ujar pedagang ayam geprek di shelter Manahan.
Sementara itu, Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo (Rudy) mengaku lebih senang jika para PKL memilih libur selama pelaksanaan piala dunia. Sehingga pemkot tidak usah repot mencari tempat relokasi bagi para PKL. Namun demikian pihaknya masih menunggu kepastian dari PSSI terkait aturan bagi aktivitas para PKL.
"Kalau boleh seperti itu saya lebih senang, tidak usah kangelan (kesulitan) mencarikan tempat. Tergantung PSSI nanti bagaimana. Kalau memang diliburkan boleh, itu tidak dibongkar, saya malah seneng no," terangnya.
Dia mengaku saat ini tengah melakukan komunikasi dengan PSSI. Diliburkan dalam kondisi seperti itu, lanjut dia, atau harus dibersihkan. Setelah koordinasi selesai, pihaknya baru akan melakukan sosialisasi dengan para PKL. Ia meminta pedagang untuk sabar menunggu.
"Ini kita minta menunggu dulu, keputusan dari PSSI nanti bagaimana. Saya akan kirim surat ke sana," tutupnya. (mdk/fik)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya