Jelang KTT G20, Mendagri Pastikan Kesiapan Tempat Pengelolaan Sampah

Jumat, 7 Oktober 2022 00:33 Reporter : Moh. Kadafi
Jelang KTT G20, Mendagri Pastikan Kesiapan Tempat Pengelolaan Sampah Mendagri Muhammad Tito Karnavian meninjau langsung pembangunan TPST Kesiman Kertalangu Denpasar, Kamis (6/10). ©2022 Merdeka.com/HO-Humas Kemendagri

Merdeka.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meninjau langsung progres pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Kesiman Kertalangu, Kota Denpasar, Provinsi Bali, Kamis (6/10). Dia ingin memastikan pembangunan sarana itu berjalan sesuai rencana, sebelum puncak acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada November 2022.

Tito mengatakan, salah satu topik penting yang dibahas dalam forum G20 adalah persoalan perubahan iklim. Persoalan ini muncul salah satunya akibat pengelolaan sampah yang tidak tertangani dengan baik. Karena itu, pemerintah Indonesia mendorong agar penanganan sampah di Bali, khususnya di wilayah Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan (Sarbagita) dikelola dengan andal.

Para delegasi dari negara anggota G20 bakal meninjau langsung penanganan sampah di Bali dari hulu ke hilir. Dengan pengelolaan yang baik, diharapkan tidak ada lagi sampah yang berserakan di sekitar Sarbagita.

"(TPST) Ini kan hilir ini, hulunya kan di masyarakat di banjar-banjar segala macam itu, saya tahu sudah banyak itu di mana-mana bagus," kata Tito, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (6/10).

2 dari 2 halaman

Ditargetkan Rampung Akhir Oktober

Sementara, TPST Kesiman Kertalangu merupakan salah satu dari tiga TPST yang dibangun pada 2022 di Kota Denpasar. Dua TPST lainnya yakni berada di Tahura Suwung dan di Padangsambian Kaja. Ketiga TPST tersebut bakal mengelola sampah dari Kota Denpasar. Mendagri berharap, pembangunan ketiganya dapat rampung pada akhir Oktober 2022.

Selain itu, Tito menegaskan, target terkelolanya sampah dengan baik tidak hanya untuk menyukseskan puncak acara G20. Lebih dari itu, kebijakan ini untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat dengan menghadirkan lingkungan yang bersih. Karena itu, pihaknya mewanti-wanti, jangan sampai setelah gelaran G20 sampah justru kembali berserakan.

"Kita harapkan nanti setelah G20 penanganan sampah di Sarbagita, Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan ini menjadi model dari hulu sampai ke hilir," jelasnya.

Ia menyebutkan, guna mendukung pengelolaan sampah secara andal, pihaknya juga bakal mendorong daerah lainnya agar mereplikasi strategi pengelolaan sampah yang diterapkan di Sarbagita.

"Langkah ini menjadi target jangka panjang dari pembangunan pengelolaan sampah di Sarbagita. Dengan demikian, seluruh daerah di Indonesia dapat mengelola sampah secara baik," ujarnya. [yan]

Baca juga:
Tak Hanya Resesi, Dunia Dihadapkan dengan Ancaman Perang Nuklir
Deretan UKM Lokal Penyedia Merchandise di Presidensi G20
Presidensi G20 Indonesia Berpotensi Ciptakan 33.000 Lapangan Kerja
Menko Luhut: Polri Menyerap Produk Dalam Negeri di Atas 70 Persen
Taman Hutan Raya Ngurah Rai Siap Sambut Delegasi KTT G20
Puan Maharani Ajak G20 Kerja Sama Hadapi Ancaman Resesi Ekonomi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini