Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jatim Dilanda Kekeringan, Kapolda, Gubernur, dan Pangdam Gelar Salat Minta Hujan

Jatim Dilanda Kekeringan, Kapolda, Gubernur, dan Pangdam Gelar Salat Minta Hujan Kapolda Jatim, Gubernur Jatim, dan Pangdam Gelar Salat Minta Hujan. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Masa kekeringan atau kemarau panjang yang melanda Jawa Timur menyebabkan kebakaran hutan di beberapa titik. Kapolda, Gubernur, dan Pangdam V/Brawijaya serta jajarannya menggelar Salat Istighosah atau salat meminta hujan.

Kegiatan istighosah akbar dan doa bersama ini dilakukan di Mapolda Jatim. Gubernur Jatim Khofifah Indarparawansa, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk munajat masyarakat Jawa Timur untuk memohon pada Allah agar berkenan menurunkan hujan yang membawa berkah bagi bumi Jawa Timur.

"Ini adalah bentuk munajat kita pada Allah agar berkenan menurunkan hujan yang membawa berkah untuk Jatim dan yang tentu adalah hujan yang membawa berkah bagi daerah-daerah yang masih mengalami kemarau hingga kebakaran hutan dan lahan di beberapa titik," ujarnya di Mapolda Jatim, Minggu (6/10).

Selama kekeringan melanda, pihaknya sudah lama mengantisipasi secara khusus kebakaran hutan dan lahan. Hanya saja, untuk titik-titik tertentu yang mengalami kecuraman pihaknya membutuhkan pesawat.

kapolda jatim gubernur jatim dan pangdam gelar salat minta hujan

"Waktu itu sempat mendapatkan helikopter dari BNPB tapi harus bergantian dengan daerah-daerah lain. Jadi kalau daerah-daerah yang tingkat karhutlanya itu landai landai saja kita bisa melakukan dengan cara manual," tegasnya.

Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, selain meminta hujan, dalam kegiatan ini pihaknya juga memanjatkan doa agar Jawa Timur selalu damai, dan masalah-masalah yang ada di Papua maupun di tempat lain juga dapat terselesaikan dengan baik.

Dikonfirmasi soal pengamanan Jawa Timur saat pelantikan presiden nanti, Kapolda mengatakan jika tidak ada persiapan khusus yang akan dilakukannya. Ia menyebut, pengamanan secara normal dibantu dengan TNI.

Kalau untuk persiapan keamanan kami dengan TNI Alhamdulillah selama ini kami support dan masyarakat Jawa Timur ini sungguh luar biasa guyub rukun inilah yang kita terus angkat komunikasi dengan masyarakat Jawa Timur. (Pengamanan) kita normal saja," pungkasnya.

Pangdam V/Brawijaya Mayjend TNI R Wisnoe Prasetja Boedi mengatakan, untuk pengamanan di Jatim saat pelantikan presiden mendatang, pihaknya menyiapkan setidaknya seperlima dari kekuatan Polri. Jumlah personel ini, dianggapnya sama dengan kekuatan saat momentum Pilpres kemarin.

Jadi untuk kekuatan TNI angkatan darat, angkatan laut, angkatan udara yang ada di Jawa Timur itu penyiapan untuk dukungan itu seperti waktu Pilpres. Jadi seperlima kekuatan Polri nanti akan kita sebar sesuai dari pernyataan Kepolisian jadi kekuatannya minimal sama seperti saat Pilpres kemarin," katanya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP