Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jasad Suami Istri Korban Mobil Tenggelam di Sungai Wampu Ditemukan

Jasad Suami Istri Korban Mobil Tenggelam di Sungai Wampu Ditemukan Ilustrasi mayat. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/forestpath

Merdeka.com - Pencarian korban mobil tenggelam di Sungai Wampu, Langkat, Jumat (18/1), berakhir. Dua jasad yang hilang ditemukan Minggu (20/1).

Dua jasad yang ditemukan yakni Kliwon (50) dan Nurhayati (48). Dengan penemuan pasangan suami-istri ini, sudah 7 orang atau seluruh korban yang berhasil dievakuasi. Jasad Kliwon dan Nurhayati ditemukan cukup jauh dari lokasi tenggelamnya mobil yang mereka tumpangi.

"Jasad Kliwon ditemukan sekitar 2 Km dari lokasi kejadian, sedangkan lokasi penemuan jasad istrinya cukup jauh, yakni di Titi Stabat yang diperkirakan 10 Km lebih dari lokasi kejadian," sebut Kepala BPBD Langkat, Irwan Syahri.

Jasad Nurhayati lebih dulu ditemukan, sekitar pukul 07.00 Wib. Sementara jasad suaminya ditemukan sekitar pukul 09.00 Wib. Keduanya ditemukan warga.

Irwan mengatakan, lokasi penemuan korban sudah diperhitungkan tim SAR gabungan. Mereka pun sudah berencana hari ini menyusuri Sungai Wampu hingga ke kawasan itu.

"Jadi ternyata sebelum tim ke sana, jasad Nurhayati sudah ditemukan warga," sebut Irwan.

Pencarian kedua korban sejak awal sudah dilakukan dari titik tercebur dan tenggelamnya mobil Daihatsu Taft putih BK 1810 PC di antara Desa Stungkit, Kecamatan Wampu, dan Desa Selayang, Kecamatan Selesai, Langkat pada Jumat (18/1).

Mobil tenggelam setelah meluncur dari getek atau rakit penyeberangan sekitar pukul 12.15 Wib. Saat kejadian, mobil akan menyeberangi Sungai Wampu menuju Desa Selayang, Kecamatan Selesai, Langkat. Setelah dinaikkan ke getek di Desa Stungkit, mesin mobil tidak dimatikan. Ketujuh penumpang yang merupakan warga Desa Stungkit tetap berada di dalam.

Tiba-tiba mobil meluncur dari atas getek. Kendaraan itu tak terkendali dan tercebur ke sungai dan tenggelam. Tujuh orang yang ada di dalamnya terperangkap.

Aparat setempat dan warga berupaya menolong. Mobil baru dapat ditarik dari dasar ke tepi sungai sekitar 15.00 Wib.

Lima korban ditemukan meninggal di dalam mobil yakni Suyadi K Kusmono (68), Sarinem (78), Sujoko Arta Winata alias Tata (4), Riski (9), dan April (4). Sementara Kliwon dan Nurhayati hilang ketika itu, sampai akhirnya ditemukan hari ini.

Irwan memaparkan, penggunaan getek ini sudah berlangsung puluhan tahun, karena jembatan di kota jaraknya cukup jauh. Dengan adanya peristiwa yang menimbulkan korban jiwa ini, Irwan mengingatkan kepada para penyedia jasa getek untuk meningkatkan faktor keselamatan.

"Antara lain, mobil yang menyeberang harus mati mesin dan penumpang tidak berada di dalam mobil. Ini sudah kita beritahukan," tutup Irwan.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP