Jasa Travel Photography, Travelling Nyaman Dokumentasi Aman

Senin, 31 Desember 2018 19:24 Reporter : Lia Nindya Putri Ruslan
Jasa Travel Photography, Travelling Nyaman Dokumentasi Aman Travel Photography. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Urusan foto-memfoto (capture) telah menjadi wabah mendunia di berbagai kalangan. Sekitar 5 tahun terakhir, saat teknologi photography dan smartphone dengan segala perkembangannya, nyaris setiap orang terbiasa mengabadikan momen dalam bentuk digital.

Contoh, ketika berada di restoran, muncul kebiasaan meng-capture sajian makanan dengan smartphone sebelum menyantapnya. Bahkan sebagian sengaja menggunakan kamera DSLR atau mirrorless agar tidak kehilangan 'moment digital' untuk kemudian sekadar diupload di sosial media.

Lalu, pernahkah Anda berlibur di suatu tempat indah, ternyata foto dokumen yang dimiliki keseluruhannya hanya selfie atau wefie? Ya, foto-foto yang hanya memperlihatkan wajah, tanpa eksplorasi pemandangan indah lokasi yang dikunjungi.

Travel Photography ©2018 Merdeka.com

Anda pasti akan kecewa, akibat banyak kehilangan momen indah di tempat yang mungkin langka. Rasanya tidak mungkin atau kecil kemungkinan untuk bisa 'merekonstruksi' kejadian yang sudah berlalu, kecuali harus mengunjungi lokasi kembali.

Itu semua terjadi lantaran urusan dokumen, Anda lakukan sendirian ketika travelling. Sehingga secara teknis memang akan kesulitan untuk capture foto, apalagi mengharap hasil yang memuaskan.

Belum lagi jika Anda memiliki balita (bayi di bawah lima tahun) yang harus mendapat perhatian selama perjalanan. Tidak bisa terbayangkan susahnya mendapatkan momen berfoto secara lengkap dan sempurna.

Beberapa yang dilakukan para traveler biasanya berfoto secara bergantian dengan anggota keluarga atau teman lain. Tapi risikonya memang akan jarang sekali mendapatkan foto bersama anggota keluarga atau rombongan secara utuh. Lantaran satu orang pasti mendapat tugas sebagai 'tukang foto'.

Travel Photography ©2018 Merdeka.com

Akhirnya dengan segala hormat akan meminta bantuan (untuk tidak mengatakan mengganggu) wisatawan lain mengcapture barang 1 atau 2 frame. Wisatawan atau siapapun di lokasi wisata belum tentu nyaman dengan request Anda.

Lalu, apakah itu akan Anda lakukan dalam setiap perjalanan?

Semua resiko ketidaknyamanan itu tidak akan terjadi bila menggunakan jasa Travel Photography. Seorang Travel Photographer akan membantu menyelesaikan persoalan kliennya yang ingin mendapatkan hasil dokumentasi liburan keren tanpa menghilangkan esensi dari kegiatan liburannya.

"Pengguna jasa Travel Photography tidak akan kehilangan momen liburan serta tidak akan kehilangan feels berlibur. Wisatawan akan tetap merasakan nikmatnya berlibur tanpa harus fokus pada kegiatan foto-foto," kata Muhammad Fahmi, Founder Malang Travel Photography (MTP).

Travel Photography ©2018 Merdeka.com

Photographer profesional yang sudah mengantongi banyak pengalaman akan melayani kebutuhan dokumen para klien. Pengalaman di bidang food photography, potrait/ beauty photography, landscapace, human interest, foto bayi selama ini, menjadi modalnya.

Secara teknis, seorang photographer profesional akan secara cepat beradaptasi dengan perubahan dan arah cahaya dari satu tempat ke tempat lain. Ia akan paham untuk melakukan framing yang cepat dan tepat di tengah keramaian tempat wisata.

Seorang travel photographer tidak akan banyak men-direct (mengarahkan) kliennya yang sedang berlibur. Kondisi tersebut berbeda dengan photoshoot prewedding yang justru sebaliknya.

"Jika terlalu banyak diarahkan, klien akan kehilangan feels liburnya. Tapi bagaimanapun tetap harus didirect agar hasil yang maksimal. Dan paling susah mendirect anak kecil, di bawah 8 tahun untuk bisa pose bagus atau normal saja, itu susah banget," jelasnya.

Malang Travel Photography (MTP)

Malang Travel Photography (MTP) adalah sebuah pilot project yang dikembangkan menuju Indonesia Travel Photography dengan segala konsep development yang sudah dipersiapkan. MTP menggandeng para penghobby photographer untuk berjaringan mendapatkan penghasilan tambahan dari jasa travel photography.

"Saya ingin menggandeng teman-teman photographer untuk bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari kegiatan jasa travel photography. Buat saya bisa bagi-bagi job kepada teman-teman itu sesuatu hal yang cukup membuat saya senang," katanya.

MTP terbentuk September 2017. Namun dalam perjalanan yang sudah setahun, telah mendapatkan banyak kepercayaan. MTP telah mengabadikan momen liburan para klien dari Jawa Timur, Jakarta, Bandung, Sumatera dan Kalimantan.

Travel Photography ©2018 Merdeka.com

"Saya adalah orang yang suka travelling, semoga hobi dan bisnis saya ini dapat membuat saya berkeliling Indonesia untuk berphotography dan berbisnis," tandasnya.

Fahmi menyarankan untuk research tempat tujuan wisata minimal 2 minggu sebelum keberangkatan. Juga tidak lupa menyusun itinerary agar waktu liburan efektif dan pengeluaran sesuai dengan alokasi anggaran.

"Jangan lupa hire Travel Photographer untuk mengabadikan setiap momen liburan bersama keluarga," ungkapnya.

Tips basic persiapan di atas akan menjamin perjalanan liburan lebih menyenangkan bagi keluarga dan orang terdekat. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. Wisata Alam
  2. Fotografi
  3. Malang
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini