Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jadi Korban Human Trafficking, Warga Sumsel Stres dan Coba Bunuh Diri

Jadi Korban Human Trafficking, Warga Sumsel Stres dan Coba Bunuh Diri Korban Human Trafficking. ©2019 Istimewa

Merdeka.com - Sugianto bin Suyono (29) menjadi korban human trafficking atau penjualan manusia ke Malaysia. Dia mengalami stres berat dan mencoba bunuh diri setelah kabur dari tempatnya bekerja.

Keberadaannya di Malaysia diketahui dari akun media sosial kalangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) beberapa waktu lalu. Dari situ terungkap korban berasal dari Desa Mekar Jaya, Kecamatan Lubai, Muara Enim, Sumsel.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumsel Koimudin menjelaskan, korban ditemukan warga hendak melompat dari jembatan layang di Kuala Lumpur sebulan lalu. Aksinya digagalkan dan dibawa ke rumah sakit setempat untuk perawatan.

"Kami ketahui dari medsos dan akhirnya korban hari ini dapat kami pulangkan atas bantuan pekerja Indonesia di sana," ungkap Koimudin, Selasa (31/12).

Hingga tiba di Palembang, kata dia, korban mengalami stres cukup berat sehingga untuk sementara dirawat di Rumah Sakit Ernaldi Bahar Palembang. Korban tengah menjalani assessment atau pemulihan mental oleh ahli kejiwaan dan psikolog.

"Mudah-mudahan segera pulih dan dikembalikan ke keluarganya," kata dia.

Iming-iming Gaji Besar

Sugianto berangkat ke Malaysia secara ilegal melalui jalur Batam, Riau. Dia ditawari rekannya bekerja dengan upah besar, jauh dibanding penghasilannya di kampung.

Ternyata di Malaysia, dia dipekerjakan sebagai buruh di perkebunan karet salah satu perusahaan di Kelantan. Tekanan pekerjaan yang berat dan gaji yang didapat hanya 400 Ringgit atau Rp 1,2 juta per bulan, membuatnya kabur dari mess perkebunan menuju Kuala Lumpur.

"Dia mengalami stres dan mencoba bunuh diri. Gaji dan pekerjaannya tak sesuai dengan janji yang diberikan," kata dia.

Disnakertrans Sumsel berencana melanjutkan kasus ini ke proses hukum untuk mengungkap jaringan atau penyalur tenaga kerja yang mengirim korban ke Malaysia. Pihaknya mengimbau masyarakat tidak mudah terpikat dengan iming-iming pekerjaan ke luar negeri secara ilegal karena banyak resikonya.

"Bisa dibilang ini human trafficking, masuk ke Malaysia secara ilegal," pungkasnya.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP