Jadi korban berita hoax, Sri Sultan HB X lapor ke Polda DIY
Merdeka.com - Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan HB X melaporkan sebuah website bernama metronews.tk yang memuat isi berita seolah-seolah merupakan hasil wawancara dengan dirinya. Dalam isi berita itu disebutkan soal SARA yang tidak pantas memimpin nusantara dan tidak memiliki hak atas tanah di Yogyakarta.
Merasa tak pernah diwawancara, Sri Sultan HB X pun melaporkan website tersebut ke Polda DIY, Rabu (19/4). Sri Sultan HB X datang langsung ke Mapolda DIY sekitar pukul 14.46 WIB dan langsung ditemui oleh Kapolda DIY, Brigjen Pol Ahmad Dofiri.
Setelah sempat berbincang sejenak di ruang Kapolda DIY, Sri Sultan HB X pun berjalan kaki menuju Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda DIY untuk melaporkan kasusnya.
Setibanya di SPKT Polda DIY, Sri Sultan pun dilayani oleh petugas jaga, Aiptu Jarot Wintarto. Laporan Sri Sultan HB X pun tercatat dengan nomor surat 206/IV/2017/DIY/SPKT.
Menurut Sri Sultan HB X, dirinya merasa keberatan dengan isi berita yang dimuat oleh website itu. Pasalnya, Sri Sultan beranggapan tak pernah merasa diwawancara dan mengeluarkan pernyataan sebagaimana yang dimuat di berita itu.
"Kesini untuk melaporkan berita yang temen-temen sudah tahu. Kalimat di situ sesuatu hal yang melanggar perundang-undangan. Saya merasa dirugikan," ujarnya di halaman Polda DIY, Rabu (19/4).
Sri Sultan HB X meminta kepada Polda DIY untuk mengusut siapa pembuat berita tersebut. Menurutnya, berita yang beredar itu masuk dalam ketentuan pencemaran nama baik dan penistaan terhadap etnis tertentu.
"Saya tahu ada berita itu tadi pagi. Saya kemudian melaporkan berita itu ke Polda DIY. Saya hanya mohon kepada polisi untuk mengusut berita itu dari mana," tegas Sri Sultan HB X.
Dari penelusuran diketahui berita ini beredar pada Selasa (18/4) malam atau beberapa jam sebelum pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta.
(mdk/msh)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya