Jadi Klaster Baru Covid-19, Lapas Kerobokan Berlakukan WFH

Jumat, 23 Oktober 2020 20:02 Reporter : Moh. Kadafi
Jadi Klaster Baru Covid-19, Lapas Kerobokan Berlakukan WFH Lapas Kerobokan. ©REUTERS/Jason Reed

Merdeka.com - Pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas ll A Kerobokan, Denpasar, Bali, menerapkan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) bagi para pegawai. Kebijakan itu diambil setelah 31 narapidana atau tahanan positif Covid-19.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas ll A Kerobokan, Denpasar, Bali, Yulius Sahruzah mengungkapkan, saat dilakukan rapid test massal ada juga 6 pegawai yang reaktif Covid-19. Namun, setelah dilakukan tes swab hasilnya negatif Covid-19.

"Untuk sementara pegawai di WFH. Tapi kita tidak bisa untuk WFH semua masih ada yang tetap bertugas memberikan pelayanan kepada warga binaan cuma kunjungan tidak ada. Yang di WFH pegawai staff saja kalau keamanan dan para medis tetap (bertugas)," kata Yulius saat dihubungi, Jumat (23/10).

Selain itu, untuk pelaksanaan sidang sementara waktu sepertinya pihak pengadilan dan kejaksaan juga menyetop. "Kalau untuk sidang-sidang, kayaknya pihak pengadilan dan kejaksaan juga akan menstop sementara," ujar dia.

Dia juga mengungkapkan, bahwa dengan adanya puluhan narapidana positif Covid-19 tentu Lapas Kerobokan bisa menjadi klaster baru. "Bisa jadi. Tapi, ini klaster baru sudah memetakan itu. Itulah mengapa kita lakukan rapid test massal supaya tidak ada penyebaran yang masif," ujar Yulius.

Seperti yang diberitakan, sebanyak 31 narapidana atau tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas ll A Kerobokan, Denpasar, Bali, dinyatakan positif Covid-19.

"Iya, betul tapi mereka kondisinya dalam keadaan sehat kok, OTG saja. Mereka juga bingung kenapa mereka positif Covid-19," kata Yulius.

Yulius menerangkan, bahwa hasil swab tersebut baru keluar tadi pagi. Hasil positif Covid-19 yang 31 orang itu dari 200 tahanan yang dilakukan swab pada tahap awal. Kemudian, akan dilakukan swab kembali tahap kedua dan ketiga karena hasil rapid test ada sebanyak 633 tahanan yang reaktif Covid-19 saat melakukan rapid test massal. [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini