Ironi Indonesia, pasar besar medsos tapi hanya sebatas pengguna

Sabtu, 18 Januari 2014 08:51 Reporter : Mustiana Lestari
Ironi Indonesia, pasar besar medsos tapi hanya sebatas pengguna Facebook akan tuntut DOC mengenai kasus password pekerja. © Telegraph.co.uk

Merdeka.com - Muncul media sosial seperti Facebook dan Twitter seolah menjadi berkah bagi Indonesia. Betapa tidak, media sosial seperti ini dianggap memenuhi kebutuhan komunikasi dan eksistensi manusia.

Apalagi dengan karakter masyarakat Indonesia yang gemar selfie, ngobrol atau sebatas sharing soal apapun. Tak heran Indonesia menjadi salah satu dari negara yang menggunakan Facebook dan Twitter terbanyak di dunia.

Tetapi ironis, fenomena ini tidak dibarengi dengan kreativitas SDM Indonesia untuk menciptakan media sosial andalan dalam negeri. Ya, Indonesia bisa dikatakan menjadi follower media sosial asing.

"Kalau dilihat dari alexa 10 besar yang lokal yang untuk medsos cuma kaskus. Dari sini tahu lemah pasarnya," terang Direktur Information and Communication Technology (ICT) Watch Donny BU saat dihubungi merdeka.com, Jumat (17/1).

Menurut Donny, bukan masalah kemampuan teknologi dan kualitas. Sebab sulitnya media sosial Indonesia berkembang tak lain karena sulitnya merebut pasar internasional.

"Percuma kalau teknologi bagus tapi orang enggak tahu. banyak sosial media online besar yang bisa mengambil momentum tertentu sehingga bisa dilihat tapi banyak yang enggak dapat momentum padahal konten cukup aktif, kayak blogger," tandas dia.

Kekurangan ini diperparah dengan karakter Indonesia yang tidak kreatif dan peniru.

"Susah (untuk berkembang) karena bukan bicara produk saja, promosinya, tapi secara kultural kita masih meniru. Kalau tidak didukung susah menang," terang Donny.

Oleh karena itu, Donny berpendapat alangkah lebih baik jika produk media sosial lokal didukung oleh banyak pihak. Seperti mulai digunakan oleh orang-orang berpengaruh contohnya artis, pejabat sehingga yang lain bisa mengikuti.

"Harus ada momentumnya seperti kaskus. Kita bisa buat bagus dari suplai, promosinya oleh artis misalnya dan banyak cara," tutup dia. [hhw]

Baca juga:
Orang Indonesia yang gandrung social media
Melirik masa depan Facebook dan Twitter di Indonesia
Facebook hanya menjadi pengekor kompetitor lain

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini