Insiden Kanjuruhan, Menko PMK Ingin Trauma Healing Tidak Cuma Bagi Korban Cidera

Kamis, 6 Oktober 2022 19:25 Reporter : Darmadi Sasongko
Insiden Kanjuruhan, Menko PMK Ingin Trauma Healing Tidak Cuma Bagi Korban Cidera Pemakaman Azyumardi Azra di TMP Kalibata. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengatakan layanan psikologis berupa trauma healing yang saat ini tengah dilakukan oleh organisasi-organisasi himpunan psikologi di Malang, diharapkan tidak hanya menyasar pada korban terdampak langsung tragedi Kanjuruhan. Namun pelayanan tersebut juga perlu diberikan kepada masyarakat yang mungkin terkena dampak tidak langsung.

"Kemudian jangan hanya kepada mereka yang berstatus korban saja baik itu cidera atau yang lain, tetapi juga yang bukan korban juga harus ditelisik karena jangan-jangan mereka juga punya masalah psikologis, termasuk yang tak nonton kena imbas karena ada keluarganya yang jadi korban. Dan kemarin itu juga sudah terbukti karena ada anaknya, istrinya yang meninggal, pasutri meninggal jadi anaknya tinggal seorang diri dan seterusnya," ujar Muhadjir kepada wartawan di Malang, Kamis (6/10).

Menurutnya hal ini perlu ditelusuri lebih lanjut. Harapannya adalah dari adanya tragedi Kanjuruhan ini, tidak akan memberikan efek buruk terhadap seluruh masyarakat yang terdampak.

Dia juga mengatakan bahwa masih banyak organisasi profesi bidang psikologi yang belum terlibat langsung dalam penanganan kasus ini, termasuk para mahasiswa. Sedangkan diketahui bersama jika di kota malang adalah gudangnya psikolog.

"Kita lihat mereka sudah bergerak tinggal bagaimana merapikan gerakannya dan memperluas pihak-pihak yang terlibat, karena saya kira masih banyak organisasi profesi bidang psikologi yang belum dilibatkan termasuk para mahasiswa, kalau di Malang ini kan gudangnya sehingga saya rasa tak ada masalah," jelasnya.

Sementara itu, terkait teknis pelayanan psikologis terhadap korban, Muhadjir mengatakan banyak cara yang bisa dilakukan, salah satunya ialah dengan sistem jemput bola kepada klien. Hal ini dapat menjadi cara efektif untuk memberikan pelayanan psikologis tersebut lantaran sarana prasarana penunjang pelayanan seperti mobil dan yang lainnya pun sudah disediakan.

"Tadi Pemkab sudah mulai memperluas datanya agar bisa mendeteksi siapa saja yang butuh trauma healing itu," lanjutnya.

Muhadjir juga menegaskan korban perempuan dan anak juga wajib untuk dilayani. "Mereka mungkin tak cidera saat nonton, itu juga harus dilayani. Kemudian bagi yang tak menonton tapi ada keluarganya jadi korban, kemarin saya temui ada yang stres berat karena anaknya dua-duanya meninggal padahal anaknya tiga dan satu sudah meninggal," pungkasnya.

Reporter: Putri Oktafiana [cob]

Baca juga:
Temuan Komnas HAM: Ada Indikasi Pelanggaran HAM di Tragedi Kanjuruhan
Usai Rakor Bareng Kemenpora, Polri Susun SOP Pengamanan Laga Sepakbola Standar FIFA
Untaian Doa dari Inggris, Raja Charles II Turut Berduka atas Tragedi Kanjuruhan
Tak Bahas Kanjuruhan, Menpora Gelar Rakor Evaluasi Hak & Kewajiban Suporter Bola
Pernah Jadi Korban Gas Air Mata, I Putu Gede Berharap Tragedi Kanjuruhan Tak Ditutup-tutupi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini