Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Insiden Atap Ambruk Margo City, 4 Orang Alami Luka Bakar

Insiden Atap Ambruk Margo City, 4 Orang Alami Luka Bakar Kondisi kerusakan di Mal Margo City. ©Liputan6.com/Yopi Makdori

Merdeka.com - Sejumlah korban peristiwa ambruknya atap di Margo City Depok dirawat di rumah sakit. Tiga orang dilarikan ke RSUI dan delapan lainnya di RS Bunda Margonda Depok. Kondisinya saat ini para korban dalam kondisi sadar.

Direktur RS Bunda Margonda Depok, Imelda Rachmawati mengatakan, mulanya pihaknya kedatangan delapan orang korban. Namun satu orang sudah pulang.

“Kita kedatangan delapan orang korban, satu orang sudah pulang, pengunjung ibu hamil dan empat orang luka bakar,” katanya, Sabtu (21/8).

Kategori luka bakar yang diderita sekitar 22-27 persen. Yang dirawat saat ini sebanyak empat orang. Sedangkan tiga orang lainnya saat ini sedang menunggu hasil CT Scan.

“Mereka kayaknya ketimpa bangunan. Jadi kemungkinan besar yang akan dirawat empat orang. Yang tiga orang kemungkinan besar rawat jalan,” ungkapnya.

Kondisi korban yang paling parah yaitu karyawan dengan luka bakar akibat percikan api. Mereka terluka di bagian wajah dan lengan. “Sekarang sedang diobservasi, sudah dikonsultasikan nanti akan kita rawat di ruang perawatan,” tukasnya.

Karyawan yang terluka bakar itu karena terkena api. Diduga api terpercik kemana-mana sehingga terkena korban.

“Mereka bilang kena api mengenai bagian tubuh mereka. Berarti kan apinya kemana-mana. Mereka kondisinya sadar saat ini,” pungkasnya. Nur fauziah

Diberitakan sebelumnya, sejumlah saksi mendengarkan ledakan keras sebelum insiden atap Margo runtuh.

Namun, Kapolres Metro Depok Kombes Pol Imran Edwin Siregar menegaskan peristiwa yang terjadi di Margo City bukan karena ledakan. Peristiwa itu karena konstruksi bangunan yang tidak kuat menahan beban.

"Saya sampaikan konstruksi bangunan yang tidak kuat menahan lift barang," katanya di lokasi, Sabtu (21/8).

Bagian yang ambruk ada di bagian belakang. Konstruksi bangunan tidak kuat menahan lift barang sehingga jatuh dari lantai tiga ke lantai dasar.

"Itu yang mengakibatkan suara cukup besar. Sehingga plafon dari atas ambruk," tegasnya.

Dari hasil penyelidikan ditegaskan bahwa tidak ada ledakan bom. Hal itu dipastikan setelah tim Gegana datang ke lokasi dan melakukan pemeriksaan.

"Tidak ada ledakan bom dari hasil pemeriksaan Tim Gegana Jibom dan KBR. Yang terjadi adalah karena lift barang yang jatuh dari atas ke lantai dasar karena beban berat dan struktur bangunan tidak kuat. Itu yang mengakibatkan beberapa plafon dan tembok rubuh," ungkapnya.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP