Injeksi atau infus batalkan puasa? Ini jawabannya

Jumat, 9 Juni 2017 18:00 Reporter : Desi Aditia Ningrum
Injeksi atau infus batalkan puasa? Ini jawabannya infus. shutterstock.com

Merdeka.com - Saat bulan puasa, umat muslim mesti pintar memilih makanan dan minuman ketika buka dan sahur. Sebab jika tidak, akan berpengaruh terhadap puasa yang tengah dijalani.

Alih-alih lancar berpuasa, malah jatuh sakit dan mesti berobat ke rumah sakit. Tapi kendati begitu, jika diharuskan untuk injeksi atau infus saat berpuasa itu tidak akan membatalkan puasa. Karena injeksi dengan tujuan bukan untuk mengenyangkan perut tidak membatalkan puasa.

"Tidak ada dalil yang menetapkan bahwa pembatal puasa itu ialah sesuatu yang sampai ke otak atau ke dalam tubuh, atau yang masuk melalui hidung, atau yang sampai ke dalam perut dan sebagainya yang oleh banyak orang dianggap sebagai sandaran hukum oleh Allah dan RasulNya (maksudnya, ketetapan hukum digantungkan pada hal-hal tersebut). Apabila tidak ada dalil yang menunjukkan sandaran hukum pada yang demikian itu, maka perkataan orang bahwa Allah dan Rasulnya menjadikan perkara ini sebagai pembatal puasa karena adanya sifat-sifat itu adalah perkataan yang tidak berdasarkan ilmu," kata Syekhul Islam, Ibnu Taimiya, dikutip dalam buku Majelis Ramadhan karangan Muhammad bin Shalih Utsaimin.

Kecuali injeksi atau infus untuk menggantikan makanan dan minuman, itu yang membatalkan puasa. Karena pada dasarnya meski bukan makan dan minum tetapi tetap sama sehingga memiliki hukum yang sama. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini