Ini sosok ketua RT yang ikut aniaya sejoli di Cikupa

Selasa, 14 November 2017 22:33 Reporter : Sania Mashabi
TKP pasangan mesum diarak di Tangerang. ©2017 Merdeka.com/Sania Mashabi

Merdeka.com - Enam warga diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan sejoli yang dituduh melakukan mesum di sebuah kontrakan wilayah RT 07 RW 03 Jalan Peusar, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang. Salah satu pelaku merupakan ketua Rukun Tetangga (RT) setempat berinisial T.

Dari hasil penyelidikan kepolisian, T diduga memprovokasi warga hingga terjadinya aksi penganiayaan terhadap sejoli itu. Berdasarkan keterangan warga setempat, T sudah pernah menangani kasus serupa dan menyelesaikannya dengan menikahkan kedua muda-mudi tersebut.

"Dulu itu juga pernah ada kejadian kayak gini juga, tapi orangnya langsung dinikahin pakai uang kas RT, terus katanya dia ada nazar gitu kalau ada yang kayak gitu (berbuat mesum) lagi mau dia telanjangin," kata salah satu warga yang enggan disebutkan namanya saat ditemui di lokasi, Selasa (14/11).

Menurut dia, sosok T mempunyai pengaruh di kampung tersebut. Bahkan ketika ia berencana mengundurkan diri dari jabatannya sebagai ketua RT, tidak ada yang ingin mengantikannya.

"Dulu juga katanya dia sempat mau mundur tapi enggak ada yang mau gantiin," ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Mustoro, penjual makanan di kawasan dekat kontrakan korban. Dia mengatakan, sosok T disegani di kampung tersebut.

"Kalau yang saya tahu juga biasa aja ya. Tapi enggak tahu mungkin dia lagi panas aja kali kemarin. Ya mungkin aja dia juga disegani kan, jadi pada takut juga (takut untuk menghentikan aksi penganiayaan itu)," ungkapnya.

Sesalkan aksi penganiayaan

Sementara itu, korban M diketahui bekerja di pabrik PT Subarwau Damai Sejahtera (SDS), tak jauh dari kontrakan ditinggalinya. Kabar mengenai penganiayaan yang dialami M dan kekasihnya R, membuat rekan kerja terkejut.

Rismawati, penanggung jawab di tempat M bekerja menyebut tak begitu mengenal dekat sosok sang ketua RT. Akan tetapi, dia menyesalkan aksi main hakim yang dilakukan warga terhadap M.

"Biasa aja ya saya juga enggak tahu pasti ya soalnya ketemu kalau mau minta iuran keamanan aja. Saya enggak percaya ya diakan (M) perempuan kurang pas aja tingkah (membuka paksa baju M) Pak RT seperti itu," kata Rismawati.

Menurut Rismawati, M sudah dua bulan bekerja di PT SDS. M bekerja sebagai operator triming alas sol untuk sepatu. M juga dikenal tidak pernah bertingkah aneh di pabrik. Tetapi Risma mengungkapkan bahwa M sering melamun.

"Pernah sekali dia ingin. Curhat masalah keluarga," kata Rismawati.

Keberadaan M dan R hingga kini masih dirahasiakan demi keamanan korban. Kasat Reskrim Polresta Tangerang, Wiwin Setiawan mengatakan, ada indikasi pengerebekan dilakukan warga ini sengaja dirahasiakan dari polisi oleh pihak RT dan RT setempat.

"Aparat setempat RT, RW memang sengaja tidak menghubungi pihak kepolisian maupun Babinkamtibnas atau babinsa karena ini diperkuat oleh keterangan pihak Babinkantimnas dan Babinsa yang bertugas di desa ini tidak dihubungi sampai lurah juga tidak tahu indikasinya kemungkinan dirahasiakan," tandasnya. [gil]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.