Ini Respons BPK Soal Dugaan Penyelewengan Dana Kemah Seret Dahnil Anzar

Selasa, 27 November 2018 15:56 Reporter : Merdeka
Ini Respons BPK Soal Dugaan Penyelewengan Dana Kemah Seret Dahnil Anzar Achsanul Qosasi. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengaku belum menerima surat terkait permintaan audit penggunaan anggaran kegiatan kemah dan apel pemuda Islam yang diselenggarakan Kemenpora pada 2017. Dahnil Anzar Simanjuntak telah diperiksa penyidik Polda Metro Jaya terkait dugaan penyimpangan anggaran acara tersebut.

"Saya harus merespons bahwa BPK belum menghitung atau menetapkan kerugian negara,"kata Anggota BPK RI Achsanul Qosasi ketika dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (27/11).

Achsanul menjelaskan, proses audit bisa dilakukan jika ada permintaan. Misalnya dalam kasus ini, pihak kepolisian minta ke BPK untuk melakukan audit terhadap hibah kepada sejumlah ormas.

Selanjutnya, BPK akan mengaudit. Paling cepat proses perhitungan membutuhkan waktu dua pekan.

"Paling lama dua minggu lah. Setelah kita audit baru keluar kerugiannya. Sampai sekarang sih belum ada. Mungkin suratnya masih on the way," ucap dia.

Achsanul menegaskan, potensi kerugian negara tidak boleh diprediksi. Angkanya harus nyata dan pasti.

"Ini mungkin pengembangan kali. Kan polisi bilang ada laporan masyarakat. Di situ katanya ada potensi kerugian. Itu bisa saja. Tapi begitu menghitung kerugian negara harus BPK," tuturnya.

Sebelumnya, untuk kasus ini, selain Dahnil Anzar Simanjuntak, Ketua Panitia Acara Kemah Pemuda Ahmad Fanani dijadwalkan akan diperiksa Polda Metro Jaya.

Kemah pemuda sendiri digelar Kemenpora tahun anggaran 2017. Kasubdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Bhakti Suhendarwan kegiatan tersebut menghabiskan anggaran sebanyak Rp 5 miliar.

Dimana, dibagi menjadi dua proposal.

"Rp 5 miliar, untuk kegiatan itu nilai anggaran Rp 5 miliar. Dibagi jadi 2 proposal. Satu proposal itu ada yang 2 miliar ada yang Rp 3 miliar. GP Ansor kemarin sudah terklarifikasi, kita cek di Kemenpora segala macam. Tapi kami klarifikasi di lapangan ternyata kita temukan ada perbuatan malhukum, makanya kita lagi sidik dan itu kan udah gelar sama BPK juga," ujarnya.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber : Liputan6.com [rhm]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini