Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini Percakapan Bernada Ancaman yang Diterima Presma Unsri Palembang

Ini Percakapan Bernada Ancaman yang Diterima Presma Unsri Palembang Percakapan bernada intimidasi terhadap Presma Unsri. ©2019 Merdeka.com/Irwanto

Merdeka.com - Selain mengalami dugaan percobaan penculikan, Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang, Nikmatul Hakiki juga mendapat intimidasi dari seseorang. Kasus ini akan dilaporkan ke Kompolnas dan Komnas HAM.

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sumsel Muhammad Hairul Sobri mengungkapkan, ancaman itu terdapat pada percakapan pribadi (DM) dari akun Instagram seseorang setelah Nikmatul mengomentari video aksi unjuk rasa mahasiswa di Palembang beberapa hari lalu.

"Awal mulanya dari terkait cekcok di medsos terkait beberapa video polisi yang mengarahkan bahwa unjuk rasa itu damai, bagus, kayak gitulah. Cekcok-cekcok itu di DM atau apalah namanya, ada semacam ancaman atau intimidasi," ungkap Hairul, Jumat (27/9).

Dari percakapan itu, pengirim menulis tulisan bernada intimidasi berbahasa Palembang. Seperti 'Unsri kan dek? Masih disinilah kok Mudah nyari nyo (mencarinya)'. 'Selain mulut jempol mu jugo (juga) dijago (jaga)'. Pesan tersebut dijawab Nikmatul dengan tulisan 'santai'. Pengirim membalas 'Silakan habiskan masa santai mu malam ini'.

Nikmatul pun meminta izin untuk mengabadikan percakapan tersebut. Tapi dijawab pengirim dengan kata-kata berbau intimidasi.

"Silakan lee sebelum kamu sudah di screen duluan snap kamu," jawab terduga pelaku pengancaman.

percakapan bernada intimidasi terhadap presma unsri©2019 Merdeka.com/Irwanto

Hairul mengaku belum mengetahui akun Instagram yang mengancam Nikmatul milik instansi kepolisian atau personal oknum-oknum tertentu.

"Ya akunnya belum dipastikan apakah milik kepolisian atau pribadi, belum dipastikan," jelasnya.

Dalam waktu dekat, Walhi Sumsel akan melaporkan kasus ini ke Kompolnas dan Komnas HAM, termasuk juga laporan korban akibat kericuhan beberapa waktu lalu. Sementara laporan secara hukum pidana sejauh ini belum disimpulkan.

"Ya, dalam waktu dua atau tiga hari ini kami akan melapor ke Kompolnas dan Komnas HAM," kata dia.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi membantah adanya usaha penculikan atau penangkapan terhadap Presma Unsri Palembang yang dilakukan anggota Kepolisian. Dia menduga hal itu dilakukan oknum-oknum tertentu yang tidak bertanggung jawab.

"Ya tidak mungkin, bagaimana bisa menuduh polisi pelakunya, apa pakai mobil polisi, seragam polisi atau pakai identitas polisi. Kalau sekarang banyak betul orang yang mau jadi polisi, potongan rambutnya pendek semua, kalah kita. Tapi sejauh ini belum ada laporan petugas kita yang melakukan hal tersebut (intimidasi dan percobaan pencurian)," jelasnya.

Terkait komentar 'pencitraan' yang ditulis Presma Unsri Palembang terhadap video aksi unjuk rasa tersebut, Supriadi mengaku belum menerima laporan resmi dari masyarakat. "Belum ada, belum ada," tutupnya.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP