Ini penjelasan polisi soal pesan berantai orang gila culik anak
Merdeka.com - Pesan viral berantai yang menyebut adanya jaringan penculikan di Depok meresahkan warga. Dalam pesan tersebut disebutkan bahwa orang asing yang berpur-pura gila dan dituding sebagai penculik.
Secara cepat pesan tersebut menyebar tanpa diketahui siapa yang pertama kali menyebar. Kendati masih belum diketahui kebenarannya, banyak warga terutama ibu-ibu yang resah terhadap pesan tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Teguh Nugroho mengatakan, untuk kasus yang di Kampung Benda, Cipayung bukanlah penculikan. Wanita yang disebut-sebut sebagai penculik itu sebenarnya ingin mencari orangtuanya di Depok dari rumahnya di Jakarta Timur.
Dari rumahnya dia naik ojek menuju Depok. Kemudian sampai di Depok, dia harus membayar Rp 80.000. Namun wanita itu hanya punya uang Rp 50.000. Kemudian tukang ojek berusaha mengambil ponsel wanita itu.
"Dia enggak mau hapenya diambil lalu lari," katanya, Jumat (23/9).
Karena lari, tukang ojek meneriaki wanita itu sebagai maling. Panik diteriaki maling, wanita itu pun bersembunyi dan memakai mukena.
"Harapannya supaya tidak dikenali oleh tukang ojek. Tapi tukang ojeknya masih kenal dan teriak maling lagi," tandasnya.
Kemudian wanita itu pun dibawa oleh petugas. Setelah dikonfirmasi petugas ternyata dia bukanlah penculik. Namun fotonya saat ini sudah viral di sosial media.
"Kami masih telusuri hal ini. Kita ingin tahu siapa yang pertama kali menyebar," ujarnya.
Polisi masih belum mendapati identitas orang yang pertama kali mengunggah di sosmed. Saat ini pihaknya masih terus menelusuri.
"Kita sedang lacak. Nanti akan diinfokan lebih lanjut," pungkasnya.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya