Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Informasi hoax jadi penyebab imunisasi vaksin MR di Banten rendah

Informasi hoax jadi penyebab imunisasi vaksin MR di Banten rendah Pelaksanaan Imunisasi Vaksin MR. ©2017 merdeka.com/kirom

Merdeka.com - Informasi hoax yang kerap beradar di masyarakat mengenai vaksin Measles Rubella (MR), ditengarai menjadi penyebab rendahnya angka partisipasi masyarakat di Banten untuk berimunisasi.

Health Specialist Unicef, Sugiarto, dalam disukusi bertema 'Banten Kejar Imunisasi Bebaskan anak dari campak dan rubella' mengatakan, Provinsi Banten menjadi satu-satunya provinsi di Pulau Jawa yang belum mencapai target imunisasi MR.

Pemerintah bersama Unicef, menargetkan Provinsi Banten mampu mencapai minimal 95 persen anak-anak di Provinsi Banten terimunisasi vaksin MR. Menurutnya, ada banyak faktor yang memengaruhi rendahnya angka partisipatif masyarakat Banten.

"Sebenarnya faktornya banyak, saya lihat semua pihak sudah berusaha maksimal cuma mungkin karena kurang pahamnya orang tua," kata dia di Jalan Raden Fatah, Ciledug, Tangerang, Jumat (13/10).

Faktor lain adalah masifnya informasi hoax yang beredar mengenai imunisasi vaksin MR. "Selama kampanye, itu yang membuat orang tua semakin galau, makin takut membawa anaknya imunisasi," ujarnya.

Dijelaskan dia, informasi hoax yang beredar tentang Vaksin MR itu, menyebut anak yang diimunisasi MR bisa mengalami autis. Selain itu masalah status halal.

"Di satu pihak mungkin (masalah kehalalan). Karena berbagai macam isu hoax itu, jadi saling membantu. Dari satu pihak isu ini, belum selesai timbul lagi isu yang lain, isu hoax ini yang mungkin di sebagian masyarakat ada yang terpengaruh," kata dia.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP