Indo Barometer: Hanya 11,7 % yang pernah dengar Nawa Cita Jokowi

Senin, 6 April 2015 14:22 Reporter : Faiq Hidayat
Indo Barometer:  Hanya 11,7 % yang pernah dengar Nawa Cita Jokowi presiden dan ketua dpr ri. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Kepuasan publik terhadap kinerja Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla (JK) dinilai belum maksimal. Survei Indo Barometer menyebutkan, jika hanya 57,5 persen publik yang puas terhadap pemerintahan Jokowi-JK.

Direktur Indo Barometer M Qodari menjelaskan, kepuasan publik terhadap kinerja Jokowi-JK ternyata masih di bawah 75 persen. Berdasarkan survei yang dilakukannya, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Jokowi hanya sebesar 57,5 persen, sedangkan tingkat kepuasan terhadap kinerja JK adalah 53,3 persen.

Selain itu, lanjut dia, program Nawa Cita Jokowi dari hasil survei ini ternyata belum dikenal oleh publik. Menurut dia, program Nawa Cita Jokowi dirasa masih kurang familiar di telinga masyarakat.

"Hanya 11,7 persen responden yang menyatakan pernah mendengar program pemerintahan Jokowi-JK yang dinamakan Nawa Cita. Tiga program Nawa Cita yang paling familiar di telinga masyarakat yaitu: kartu pintar (22,1 persen), kartu sehat (19,3 persen), dan menyejahterakan rakyat (11,4 persen)," kata Qodari saat diskusi survei nasional 'Jelang Enam Bulan Pemerintahan Jokowi-JK' di Pulau Dua, Senayan, Jakarta, Senin (6/4).

Indo Barometer juga melakukan survei terkait sistem demokrasi yang ada di Indonesia. Hasilnya, mayoritas masyarakat setuju dengan sistem demokrasi yang saat ini berjalan.

Sebanyak 72,7 persen responden setuju dengan sistem demokrasi. Sementara hanya 8 persen yang menyatakan tidak setuju. Bahkan sebanyak 50 persen responden yang menyatakan puas dengan jalannya demokrasi. Sementara, 26,9 persen reponden menyatakan tidak puas.

"Pelaksanaan demokrasi itu ada di elit. Publik sudah mendukung, tetapi elitnya yang belum melaksanakannya dengan baik," jelasnya.

survei dilakukan di 34 Provinsi Indonesia dengan jumlah responden sebesar 1.200 orang. Metode survei menggunakan multistage random sampling untuk menghasilkan responden yang mewakili seluruh populasi publik usia dewasa.

Waktu pengumpulan data selama sepuluh hari mulai tanggal 15 sampai 25 maret 2015. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka secara langsung. [rnd]

Topik berita Terkait:
  1. Survei
  2. Presiden Jokowi
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini