Imbas Larangan Mudik, Penumpang KRL Yogyakarta-Solo Menurun

Sabtu, 29 Mei 2021 04:03 Reporter : Arie Sunaryo
Imbas Larangan Mudik, Penumpang KRL Yogyakarta-Solo Menurun VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - KAI Commuter mencatat sepanjang bulan puasa lalu, KRL Yogyakarta-Solo melayani 121.417 orang dengan pengguna terbanyak pada Sabtu (1/5) sebanyak 4.958 orang. Kemudian saat masa larangan mudik 6-17 Mei 2021 layanan KRL Yogyakarta-Solo tetap beroperasi dengan 20 perjalanan per hari.

Sepanjang 12 hari pemberlakuan masa larangan mudik, jumlah pengguna KRL Yogyakarta-Solo tercatat sebanyak 48.572 orang. Dari jumlah tersebut pengguna terbanyak tercatat pada Senin (17/5). sebanyak 7.172 orang.

Angka ini turun 5,8 persen dibanding pekan sebelumnya yaitu 51.589 orang. Sementara itu Stasiun Solo Balapan menjadi stasiun yang ramai dibanding stasiun lainnya di wilayah Kota Solo.

"Selama masa larangan mudik Stasiun Solo Balapan melayani 13.855 pengguna KRL. Untuk Stasiun Purwosari melayani 5.259 penumpang,” ujar VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba, saat konferensi pers di Stasiun Solo Balapan, Jumat (28/5) malam.

Sementara itu, dikatakannya, pengguna KRL yang keluar di Stasiun Solo Balapan sebanyak 12.293 orang dan yang keluar di Stasiun Purwosari berjumlah 7.018 orang.

“Sejalan dengan normalnya kembali aktivitas warga, tak menutup kemungkinan stasiun-stasiun lain juga akan mengalami pertumbuhan pengguna KRL,” katanya.

Menurut Anne, saat ini 60 persen pengguna KRL menggunakan Kartu Multi Trip (KMT), sementara kartu elektronik bank sebanyak 21 persen dan dengan QR Code sebanyak 19 persen. Sementara itu selama masa larangan mudik KMT yang terjual berjumlah 7.384 unit dan kartu elektronik bank berjumlah 273 unit.

"Layanan KRL Yogyakarta-Solo saat ini seluruhnya sudah dilayani menggunakan 3 rangkaian KRL. Dalam satu rangkaian tersebut terdiri dari stamformasi (SF) 8 kereta,” jelas Anne.

Pada awal beroperasinya KRL Yogyakarta Solo Februari lalu, dikatakan Anne, hanya 1 rangkaian yang terdiri dari 8 kereta. Sedangkan 2 lainnya hanya terdiri dari 4 kereta. Dengan penambahan panjang rangkaian KRL ini, lanjut dia, kapasitas pengguna yang dapat dilayani lebih banyak. Selain itu penerapan physical distancing antara pengguna bisa lebih maksimal.

“Kami mengimbau para pengguna KRL Yogyakarta-Solo untuk semakin patuh pada protokol kesehatan yang berlaku. Mohon mengikuti arahan dari petugas di stasiun maupun KRL, antre dengan tertib untuk kesehatan dan kenyaman bersama," tutup Anne. [ray]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini