Bom di Medan, Ojek Online Tak Masalah Dilarang Masuk Kantor Polisi asal Lepas Atribut

Rabu, 13 November 2019 19:18 Reporter : Tri Yuniwati Lestari
Bom di Medan, Ojek Online Tak Masalah Dilarang Masuk Kantor Polisi asal Lepas Atribut Bom Medan. ©2019 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Polisi memperketat pengamanan di seluruh kantor pasca-ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Kapolri Jenderal Idham Azis juga melarang seluruh ojek online masuk dan berhenti untuk naikan atau turunkan penumpang di sekitar Markas Polri.

Selain itu penjagaan ketat juga dilakukan di berbagai instansi pemerintah seperti Polda Metro Jaya. Polisi bersenjata laras panjang disiagakan di depan pintu masuk.

Pengemudi Ojek Daring Hilal merasa keberatan dengan pelarangan tersebut. Sebab, menurutnya, aksi pelaku bom bunuh diri itu perilaku pribadi bukan perkara atribut.

"Sebetulnya merasa keberatan, orang bukan masalah atribut atau apa ya. Inikan salah orangnya bukan masalah atributnya," Ucap Hilal Pengemudi Ojek Daring, di kawasan Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (13/11).

Meski begitu, dia memahami alasan polisi melarang ojek online masuk, berhenti atau memakai atribut di sekitar instansi pemerintah dan markas polisi, demi keamanan bersama.

"Kalau boleh masuk asal atribut dilepas tidak masalah, kalau sudah lepas atribut tetapi tidak boleh masuk, tidak kayak gitu lah seharusnya. Kamikan juga Warga Negara Indonesia (WNI), tidak memanusiakan manusia itu namanya," tegas dia.

Baca Selanjutnya: Larang Ojek Online Masuk Kantor...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini