Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Imam Jamaica Muslim Center Amerika Ajak Para Dai Pahami Kemampuan Berkomunikasi

Imam Jamaica Muslim Center Amerika Ajak Para Dai Pahami Kemampuan Berkomunikasi Ilustrasi. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Pobia akan Islam atau ketakutan terhadap ajaran Islam kembali merebak sejak tragedi pembunuhan seorang guru di Prancis. Untuk menangkal ini, Imam of Jamaica Muslim Center, Amerika Serikat (AS), Syamsi Ali menilai seorang dai dituntut untuk lebih pandai mengkomunikasikan ajaran Islam ke komunitas di luar Islam. Menurutnya, dai juga mesti memiliki relasi yang baik dengan media.

"Kita harus memiliki yang baik dengan media ini. Nah untuk memiliki relasi yang baik dengan media ini bagi umat Islam tentu diperlukan, khususnya mereka yang aktivis diperlukan communication skill," kata Syamsi Ali dalam seminar online oleh Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) melalui kanal YouTube FISIP UMJ, Rabu (11/11).

Pasalnya dia melihat, banyak para dai yang kurang cakap dalam menyampaikan ajaran Islam ke pihak luar. "Sebab salah satu kekurangan umat Islam dan khususnya para dai kita, para ulama kita, para aktivis kita adalah kurang mampu dalam mengkomunikasikan kebenaran itu," ucap dia.

Pria kelahiran 5 Oktober 1967 di Bulukumba, Sulawesi Selatan itu menjelaskan bahwa bukan berarti seorang dai harus membelokkan kebenaran untuk menyampaikan syiar Islam ke pihak luar. Kebenaran tidak akan berubah dan akan presisten. Yang jadi soal bagaimana para dai ini mengkomunikasikan kebenaran itu dengan tepat.

"Ini yang kemudian jadi catatan yang sangat penting. Terkadang kita ini mengkomunikasikan Islam dengan komunikasi buldoser, dihantam semuanya itu tidak pernah membangun justru merusak. Atas nama Allah, atas nama Muhammad tapi kita sampaikan dengan cara-cara yang tidak benar, justru merusak," tegasnya.

Oleh karena itu, menurut pria yang memiliki nama lengkap Mohammed Utteng Ali itu, umat Islam harus mampu mengkomunikasikan ajarannya dengan jalan yang ramah.

Dia mengungkap, sebelum tragedi serangan teroris terhadap Menara World Trade Center (WTC) di New York pada 11 September 2001, mereka yang berbicara tentang Islam di Amerika adalah Yahudi atau Kristen.

"Alhamdulillah setelah 9/11 itu sudah mulai bergeser, kenapa? Kita (komunitas Muslim) mulai tampil di media," pungkasnya.

Reporter: Yopi Makdori

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP