Ikut Ritual 1 Sura di Mangkunegaran, Cak Imin Berdoa Jadi Ketua MPR

Minggu, 1 September 2019 09:33 Reporter : Arie Sunaryo
Ikut Ritual 1 Sura di Mangkunegaran, Cak Imin Berdoa Jadi Ketua MPR Kirab 1 Sura di Solo. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Peringatan tahun baru Islam di Kota Solo, Sabtu (31/8) malam berlangsung meriah. Istana Mangkunegaran yang lebih awal menggelar ritual, dihadiri ribuan warga dan sejumlah pesohor. Di antaranya mantan Panglima TNI Jenderal Purn Gatot Nurmantyo, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar dan politikus PDIP Aria Bima.

Pukul 19.30 WIB, kirab malam 1 Sura tahun Wawu 1953 atau 1 Muharram 1441 Hijriah dilepas oleh Raja Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara IX. Para peserta mengelilingi tembok luar istana sejauh sekitar 1,2 kilometer. Selama kirab peserta wajib melakukan ritual tapa bisu atau tidak boleh berbicara.

Panitia kirab, Joko Pramodyo mengatakan ada empat pusaka milik raja yang dikirab. Kirab dipimpin langsung putra Raja Mangkunegaran IX, GPH Bhre Cakrahutama Wira Sudjiwo. Usai kirab, ribuan warga juga ikut berebut air yang digunakan untuk jamasan pusaka.

Seusai mengikuti kirab, Muhaimin Iskandar yang akrab disapa cak Imin menilai, kegiatan tersebut sebagai sesuatu yang luar biasa. Anggota DPR terpilih tersebut mengaku baru kali ini mengikuti kirab. Meski pada awalnya sempat kesulitan saat mengenakan busana Jawa, namun pada akhirnya ia merasa senang dan lega.

"Ternyata tidak mudah, berjalan mengenakan beskap lengkap sambil berjalan kaki. Saya takjub setiap jalan kirab warga menyambut tanpa suara, tenang sepi dan senyap. Masyarakat benar-benar menghayati tradisi 1 Muharram atau 1 Sura ini," katanya.

Setiap malam pergantian tahun, Muhaimin mengaku selalu memperbanyak membaca Surat Yasin. Hal tersebut sebagai evaluasi sekaligus memohon berkah bagi Allah SWT. Selama perjalanan, Cak Imin mengaku terus membaca ayat kursi sebagai bentuk tawakal kepada Allah. Ditanya soal harapan pribadinya, dia menyebut keinginannya menjadi Ketua MPR.

"Ayat Kursi ini untuk menyerahkan diri pada Allah SWT. Meskipun keinginan kita jadi ketua MPR kalau tidak dikehendaki tidak bisa. Pokoknya tawakal, mohon semua kesuksesan memimpin," katanya.

Sementara itu kirab Malam 1 Sura di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat tak kalah meriah. Puluhan ribu warga tumpah ruah di depan keraton dan lokasi yang dilalui rombongan kirab. Bau menyengat kemenyan yang menambah suasana sakral, saat 9 kerbau keturunan Kyai Slamet memimpin kirab dari depan Kori Kamandungan, pukul 23.30 WIB. Ribuan sentana, kerabat dan abdi dalem mengikuti berjalan tanpa alas kaki di belakangnya.

"Ada 9 pusaka Dalem yang kita kirab," tutur Pengageng Parentah Karaton Surakarta Hadiningrat Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Dipokusumo. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini