Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ikatan perancang busana muslim Jabar: Jilbab tidak boleh ketat

Ikatan perancang busana muslim Jabar: Jilbab tidak boleh ketat jilboobs. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Fenomena 'Jilboobs' saat ini sedang marak dibahas. Jilboobs sendiri merupakan sindiran bagi mereka yang berhijab tapi masih memperlihatkan lekukan tubuh mereka dan tampil seksi. Ikatan Perancang Busana Muslim (IPBM) Jabar menyesalkan adanya tren Jilboobs.

Padahal sebelum komunitas hijabers cukup menginspirasi banyak perempuan bagi mereka yang ingin menutup aurat. Sedangkan Jilboobs sendiri diartikan dari kata jilbab dan boobs yang artinya payudara.

"Sangat menyayangkan dengan adanya tren Jilboobs itu. Jilbab itu tidak boleh ketat," kata ketua IPBM Jabar, Iva Latifa kepada merdeka.com, Kamis (7/8).

Menurut dia tren berhijab dengan cara modis terutama bagi mereka yang jilboobs tentu bukanlah berhijab dengan cara yang syar'i. Mereka justru memalukan dirinya karena menentang ajaran sesungguhnya.

Esensi jilbab itu yakni sebuah pakaian yang menutup aurat. Secara hakikat menutup bagian tubuh yang tidak mengundang reaksi syahwat bagi lawan jenisnya. "Kerudung itu tidak boleh menonjolkan tubuhnya jadi harus menutup semuanya," ujarnya.

Dia menilai mereka yang berhijab tapi masih ingin tampil seksi belum memaknai definisi sebenarnya. Dengan berhijab artinya mereka siap secara lahir dan batin. "Pasti bagi mereka yang benar-benar berhijab mengerti semua persyaratan itu. Yang mengerti tidak akan menonjolkan lekuk tubuhnya," tandasnya.

Sehingga dia mengingatkan bagi yang ingin berhijab sudah benar-benar terpanggil dari hati. Selain ketentuan aurat tadi, hijab yang benar tidaklah menggunakan pakaian tipis sehingga membentuk lekuk tubuhnya. "Jangan sampai area intim menjadi terekspos jelas," katanya. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP