Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

IDI: Chloroquine Bukan Obat Utama Sembuhkan Covid-19, Penggunaan Harus Resep Dokter

IDI: Chloroquine Bukan Obat Utama Sembuhkan Covid-19, Penggunaan Harus Resep Dokter obat tablet mengandung hydroxychloroquine untuk mengobati corona. ©AFP

Merdeka.com - Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyatakan pemerintah memiliki stok tiga juta chloroquine sebagai alternatif penyembuhan pasien Corona Virus Disease (Covid-19). IDI pun mengingatkan agar pemerintah memperketat pengawasan penggunaan chloroquine.

"Pemerintah telah memiliki stok tiga juta obat chloroquine, ini harus diperketat pengawasannya jangan sampai terjual bebas pada masyarakat," kata Wakil Ketua Umum IDI Adib Khumaidi saat dihubungi merdeka.com, Kamis (2/4).

Menurut Adib, chloroquine adalah obat second line (alternatif) bukan sebagai obat utama menyembuhkan pasien Covid-19. Penggunaannya pun harus sesuai resep dokter.

"Chloroquine itu obat second line, walaupun bisa diberikan bagi pasien Covid-19 disaat mengalami gejala sakit di paru. Tetapi bukan obat penyembuh Covid-19, dan harus sesuai dokter," ujar dia.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat agar jangan sembarang mengonsumsi chloroquine tanpa resep dokter. "Jangan sampai masyarakat masyarakat bebas konsumsi obat ini, karena setiap obat memiliki efek samping termasuk chloroquine," katanya.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP