Hujan dan angin kencang tumbangkan pohon, BPBD Malang minta warga waspada

Selasa, 14 November 2017 20:51 Reporter : Darmadi Sasongko
pohon tumbang di malang. ©2017 merdeka.com/darmadi sasongko

Merdeka.com - Hujan deras disertai angin kencang menumbangkan dua buah pohon di Kota Malang. Kondisi cuaca yang demikian itu memerlukan sikap waspada masyarakat agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, mengimbau warga Kota Malang senantiasa waspada dan berhati hati. Tingginya curah hujan disertai angin berpotensi bencana tanah longsor dan pohon tumbang.

"Hari ini dua kejadian berurutan, pohon tumbang di Mayjend Sungkono, juga kejadian di Jalan Kawi," kata J Hartono, Ketua BPBD Kota Malang di sela membersihkan serpihan pohon tumbang di Jalan Mayjend Sungkono Kota Malang, Selasa (14/11).

Kata Hartono, banyak warga Malang yang menempati permukiman di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS). Selain itu, juga banyak pepohonan rindang di sejumlah titik di jalanan Kota Malang.

"Bencana adalah kejadian yang tidak terduga, dan terkadang juga tak terperkirakan. Namun langkah antisipasi, termasuk membangun kesadaran untuk ramah lingkungan harus kita tumbuhkan terus," ujarnya.

Sebelumnya, bencana tanah longsor menimpa sebuah rumah kos yang mengakibatnya satu orang meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka-luka. Tanah longsor diakibatkan hujan berintensitas tinggi yang memicu tebing lereng sepanjang 10 meter dan tinggi 2 meter longsor.

Peristiwa terjadi Minggu (12/11) sekitar pukul 15.30 WIB di Perumahan Joyo Grand Inside 13-A, Jalan Suko Agung, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru. Material longsor menimpa dinding rumah bagian belakang hingga jebol dan menimbun 2 kamar kos,.
Rumah tersebut merupakan kos-kosan mahasiswa berpenghuni 5 orang, saat kejadian 2 orang berada di dalam kos sementara 3 orang sedang di luar. Material longsor dan dinding yang jebol menimpa 2 mahasiswa yang sedang berada di dalam kosnya.

Satu orang mahasiswa meninggal dunia atas nama Dina Oktaviani (20), mahasiswi Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya. Korban asal Pekalongan Jawa Tengah. Diduga korban tertidur saat longsor.

Wali Kota Malang, Moch Anton berpesan agar masyarakat siaga bencana di tengah curah hujan tinggi yang disertai angin kencang. Pihaknya juga meminta BPBD untuk selalu Siaga dan memantau daerah-daerah potensi bencana.

"Titik bencana dan atau potensi bencana yang tahun kemarin terjadi, saya minta untuk terus dimonitor. Termasuk tentu titik titik rawan lainnya," tegas Anton. [rzk]

Topik berita Terkait:
  1. Cuaca Ekstrem
  2. Malang
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.