Hubungan Edy dan Golkar Sumut Memanas, Ini Penyebabnya

Selasa, 16 Agustus 2022 13:53 Reporter : Uga Andriansyah
Hubungan Edy dan Golkar Sumut Memanas, Ini Penyebabnya Gubernur Sumut Edy Rahmayadi. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Hubungan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi dengan Partai Golkar memanas. Sekretaris DPD Golkar Sumut, Ilhamsyah menilai, hal ini terjadi karena pernyataan Edy dalam rapat koordinasi teknis (Rakornis) di DPRD Langkat, Rabu (10/8). Acara tersebut juga dihadiri perwakilan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

DPD Partai Golkar Sumut lantas menyatakan protes atas pernyataan Edy, yang diduga menuding partai berlambang pohon beringin itu tidak mendukung pembangunan infrastruktur.

"Ketika rapat koordinasi teknis (rakornis) yang dilakukan di Langkat kemarin. Kami mendapatkan laporan dari fraksi dan DPD Golkar Langkat. Pernyataan (Edy) menyatakan bahwa Golkar tidak mendukung pembangunan Sumut terkait proyek (infrastruktur) multiyears," kata Ilhamsyah, Senin (15/8).

Menurut Ilhamsyah, pernyataan dari Gubernur Sumut itu sangat tendensius. Dia membantah bahwa Partai Golkar tidak mendukung pembangunan terkait proyek infrastruktur multiyears.

"Kami tidak mau partai ini digiring seolah-olah tidak berpihak kepada masyarakat. Golkar dari dahulu selalu berpihak kepada pemerintahan demi pembangunan di tengah masyarakat," ucapnya.

2 dari 3 halaman

Kemudian, Ilham pun menyebut masyarakat di Sumut bisa menilai pemimpin yang hanya pencitraan dan seremonial saja. Dia juga menyindir Edy bahwa kader Partai Golkar tahu diri ketika pernah diusung. Seperti diketahui, Golkar merupakan salah satu partai pengusung Edy saat Pilgub Sumut tahun 2018.

"Kader Golkar tahu diri apalagi jika pernah diusung dan didukung. Kader Golkar diajarkan berbicara santun dan selalu introspeksi diri. Martabat partai adalah di atas segalanya yang harus dipertaruhkan dan dipertahankan oleh seluruh kader," ujarnya.

Ilham pun membeberkan kronologi tudingan dari Edy kepada partainya yang tidak mendukung pembangunan infrastruktur di Sumut. Hal itu dikatakan Edy saat rakornis di Gedung DPRD Langkat, Rabu (10/8) kemarin. Pada kesempatan itu Edy menyatakan bahwa Kabupaten Langkat mendapatkan dana untuk pembangunan infrastruktur.

Lalu Edy bertanya siapa ketua DPRD di Langkat. Para hadirin yang datang pun menjawab bahwa ketua DPRD Langkat dari Partai Golkar. Kemudian, Edy mengatakan Partai Golkar tidak setuju atas pembangunan.

"Di situ banyak yang mendengar. Fraksi melaporkan langsung kepada kami. Kita tahu di DPRD Sumut ada beberapa pimpinan yang tidak ikut menandatangani proyek itu. Tapi kenapa selalu membawa nama Partai Golkar? Ini sudah tendensius," kata Ilham.

3 dari 3 halaman

Anggota DPRD Sumut fraksi Golkar, Ade Surahman Sinuraya, menyatakan pihaknya tak pernah tidak setuju terhadap pembangunan infrastruktur di Sumut. Namun, ada sejumlah mekanisme penganggaran yang tidak sesuai aturan terkait proyek multiyears senilai Rp2,7 triliun.

"Kami sebagai anggota DPRD Sumut dari fraksi Golkar harus menyampaikan bahwa mekanisme yang dilakukan itu tidak sesuai. Kalau Pak Gubernur menyampaikan sampai dia menyebut Partai Golkar (tidak mendukung) itu kami anggap kezaliman," ungkapnya.

Edy pun merespons terkait protes yang disampaikan DPD Golkar Sumut tersebut. Namun dalam pernyataannya, Edy mempersilakan wartawan untuk mengkonfirmasi kepada Golkar.

"Tanya sama Golkar, yang tahu Golkar kan? Golkar tanya," katanya, Selasa (16/8).

Ketika disinggung lebih jauh tentang maksud yang disampaikannya. Namun, Edy lagi-lagi mengeluarkan tanggapan serupa. "Tanya sama Golkar. Jangan tanya sama saya, Golkar yang lebih tahu," ujarnya sambil berlalu. [cob]

Baca juga:
Final AFF U-16, Edy Rahmayadi: Siapa Tak Dukung Indonesia Pindah ke Vietnam
Edy Rahmayadi Temukan 156 Karhutla dan 206 Titik Api di Sumut
Edy Soal Kebakaran di Danau Toba: Jangankan Wisatawan, Belalang Saja Tak Mau Datang
Gubernur Sumut Heran Karhutla di Samosir Tiap Tahun Lokasinya Sama
Cerita Edy Rahmayadi Dicap Gubernur Galak oleh Wapres, Menteri hingga Surya Paloh
Edy Rahmayadi Cerita Transisi dari Militer ke Gubernur: Seperti Pindah ke Planet Lain

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini