Holywings Semarang Ikut Ditutup Cegah Kegaduhan Akibat Promo Alkohol Berbau Sara

Rabu, 29 Juni 2022 09:04 Reporter : Danny Adriadhi Utama
Holywings Semarang Ikut Ditutup Cegah Kegaduhan Akibat Promo Alkohol Berbau Sara Holywings. ©Holywings

Merdeka.com - Holywings di Kota Semarang memilih tutup imbas promo alkohol yang mencatut nama Muhammad dan Maria. Penutupan ini dilakukan tanpa intervensi Pemerintah Kota (Pemkot). Pihak managemen memilih menutup sendiri tanpa batas yang belum ditentukan.

"Jadi itu tutupnya dari kemarin sampai waktu yang belum ditentukan. Untuk introspeksi diri, bukan dari kami. Sekaligus mencegah timbulnya keributan di Semarang," kata Kasatpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto.

Fajar mengatakan belum menemukan pelanggaran Holywings Semarang. Operasional cafe tersebut juga masih normatif.

"Belum jelas pelanggarannya karena apa, belum akan mengarah ke sana. Terus selama ini mereka (Holywings) masih normatif, memang jual minuman tapi sudah berizin dan tutup sesuai batas jam operasional," jelasnya.

Akan tetapi, kata Fajar, Holywings pernah disegel Satpol PP Kota Semarang sebanyak tiga kali. Yakni saat masih Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Semarang.

"Memang pernah disegel tiga kali. Karena posisi itu sedang PPKM. Sekarang sudah normal dan sudah taat jam operasionalnya Holywings," tutup Fajar.

2 dari 2 halaman

Sebelumnya, polisi menetapkan 6 karyawan Holywings tersangka atas kasus promo iklan alkohol untuk Muhammad dan Maria. Atas kasus tersebut, polisi menjerat 6 orang tersebut dengan pasal berlapis.

"Ada beberapa pasal yang disangkakan, antara lain Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 dan juga Pasal 156 atau pasal 156A KUHP, kemudian Pasal 28 ayat 2 UU RI Nomor 19 Tahun 2016, yaitu perubahan atas UU 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (24/6).

Seperti diketahui, Pasal 156 dan Pasal 156A KUHP itu merupakan pasal penodaan agama serta Pasal 28 ayat 2 UU ITE itu mengatur larangan ujaran kebencian terkait Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA).

Atas perbuatan tindakan pidana keenam tersangka mengenai hoaks dan penistaan agama, mereka juga mendapat ancaman hukuman 10 tahun penjara. [ray]

Baca juga:
Dua Outlet Holywings di Bandung Ditutup, Nasib Ratusan Karyawan Belum Jelas
Outlet Holywings di Makassar Tutup, Izin Tidak Dicabut
Inisiatif Sendiri, Holywings Semarang Hentikan Operasional
Outlet di DKI Disegel, Pembangunan Holywings di Sukoharjo Masih Terkendala Perizinan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini