Hendak Melayat, Pegawai Honorer Koperasi Lanud di Makassar Tewas Ditikam Pakai Badik

Sabtu, 9 Februari 2019 18:03 Reporter : Salviah Ika Padmasari
Hendak Melayat, Pegawai Honorer Koperasi Lanud di Makassar Tewas Ditikam Pakai Badik Ilustrasi Mayat. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Mikael Killa (31), warga Bukit Batu, Lorong 10, Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, Makassar tewas ditikam badik pada Jumat malam kemarin. Pelaku diketahui identitasnya mengarahkan badik hingga mengenai sejumlah bagian tubuh korban.

Saat itu, pegawai honorer Primkopau (Primer Koperasi Angkatan Udara) koperasi Lanud Sultan Hasanuddin dalam perjalanan pulang kerja dan akan melayat ke rumah sepupunya yang meninggal dunia.

"Iya korban Mikael Killa ditikam dengan badik semalam sekitar pukul 22.30 wita. Karena luka yang cukup parah, korban meninggal dunia," kata Kanit Reskrim Polsek Manggala, Iptu Syamsuddin, saat dikonfirmasi, Sabtu (9/2).

Syamsuddin mengaku kronologi lengkap kejadian masih diselidiki. Sejumlah saksi juga sudah diperiksa. Sedangkan pelaku sedang dalam pengejaran.

"Tapi mengenai kronologis dan motifnya, belum diketahui pasti karena masih lidik, pelaku juga masih pencarian karena usai menikam, pelaku langsung melarikan diri," katanya.

Terpisah, Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Lanud Hasanuddin, Mayor Sus Henny Purwani, membenarkan Mikael Killa menjadi korban adalah pegawainya.

Sementara itu, Simon (49) paman korban yang bekerja sebagai PNS di koperasi Lanud Sultan Hasanuddin, Primkopau mengatakan dirinya tidak berada di lokasi saat kejadian karena masih berada di kawasan Lanud Sultan Hasanuddin. Dia mendapatkan cerita kejadian tersebut dari Irfan, rekan korban yang saat kejadian dalam posisi dibonceng.

Menurut cerita Irfan, korban meninggalkan kantor 21.00 Wita dan diperkirakan tiba di rumahnya sekitar pukul 22.00 Wita. Baru saja sampai, Irfan memanggil untuk sama-sama melayat ke rumah sepupu yang meninggalkan dua pekan lalu. Mereka pergi berboncengan. Dalam perjalanan, tiba-tiba dua orang pria menumpang motor menyalip kendaraan korban dan menghentikan motornya.

"Terjadi adu mulut antara Mikael dan pelaku yang kemudian pelaku keluarkan badik dan menikam. Irfan yang panik ketakutan langsung lari. Pelaku menikam bagian perut Mikael tangan dan punggung. Mungkin karena luka cukup parah, Mikael meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju RS Ibnu Sina. Saat ini Irfan masih di kantor Polsek diambil keterangannya," kata Simon.

Simon berharap polisi menangkap pelaku dan mengusut tuntas peristiwa itu. [lia]

Topik berita Terkait:
  1. Penganiayaan
  2. Pembunuhan
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini