Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hendak Diselundupkan ke Thailand, 118 Burung Asal Papua Diamankan Polisi

Hendak Diselundupkan ke Thailand, 118 Burung Asal Papua Diamankan Polisi Burung asal Papua hendaj diselundupkan ke Thailand. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Sebanyak 118 satwa beragam jenis yang dilindungi asal Papua gagal diselundupkan sejumlah pelaku ke Thailand. Hal ini setelah polisi mengamankan hewan-hewan itu dalam perjalanan.

Pengungkapan aktivitas ini berawal dari kecurigaan petugas terhadap mobil jenis HiAce terparkir di pinggir Jalan Soekarno Hatta, Palembang, beberapa waktu lalu. Penggeledahan pun dilakukan karena pengemudinya tidak berada di tempat.

Petugas menemukan beragam jenis satwa dilindungi. Seperti burung kakaktua raja sebanyak 6 ekor, kakatua jambul orange (7 ekor), burung buri kepala-hitam (10 ekor dan 1 sudah mati), burung mambruk (2 ekor), nuri mazda (22 ekor), nuri hitam (17 ekor), dan nuri bayan (22 ekor).

Kemudian kadal Panama (20 ekor), soa payung (20 ekor), sugar glider (7 ekor), bajing (6 ekor dan 1 albino) dan garangan (2 ekor). Hewan-hewan itu dikurung dalam sangkar di bagian belakang mobil.

melalui Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumsel AKBP Rahmat Sihotang mengungkapkan, informasi yang diterima satwa itu rencananya diselundupkan ke Thailand melalui jalur darat Sumatera kemudian dikirim melalui jalur laut di Sumatera Utara. Sayangnya, pelaku tidak ada di lokasi saat penangkapan.

"Ada ratusan ekor satwa yang dilindungi kami amankan, informasinya bakal dikirim ke Thailand," ungkap Rahmat, Rabu (29/9).

Sejak pengungkapan, penyidik melakukan koordinasi dengan pihak terkait. Hasilnya, mobil itu milik seseorang yang tinggal di Jakarta.

"Pemilik mobil akan dipanggil untuk dimintai keterangan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala BKSDA Sumsel Ujang Wisnubarata mengatakan, pihaknya menerima serahan barang bukti untuk dilakukan rehabilitasi dan dititipkan di Bird Park Jakabaring Palembang. Dari 118 ekor satwa yang diamankan, 31 ekor di antaranya sudah mati karena cukup lama berada dalam kurungan yang padat dan perjalanan darat yang lama.

"Sekarang masih dalam pemantauan di tempat sementara, dokter hewan kami siagakan di sana," ujarnya.

Dalam waktu dekat, satwa-satwa itu akan dikembalikan ke habitat aslinya di Papua, Papua Barat, dan Maluku. Sebelum itu akan dilakukan tes PCR untuk mengantisipasi penularan flu burung di habitatnya.

"Rencananya translokasi pada 5 Oktober nanti, transit di Jakarta sehari, lalu dibawa ke habitat masing-masing. Pengiriman harus cepat agar tetap sehat sampai ke tempat tujuan," pungkasnya.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP