Hasil pemotretan 3D, kawah Gunung Agung terisi lava 20 persen
Merdeka.com - Kabid Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi PVMBG Kementerian ESDM, I Gede Suantika meyakinkan aktivitas Gunung Agung sudah berangsur menurun. Namun berdasarkan pengamanatan, masih terjadi erupsi freatik dan munculnya sinar api dari kawah.
"Sinar api yang terlihat menandakan masih adanya suplai magma ke kawah, walaupun suplainya masih kecil jika dibandingkan dengan tanggal 25 dan tanggal 29 November lalu," kata Suantika di Pos Pengamatan Gunung Agung di Desa Rendang, Senin (18/12).
Untuk aktivitas kegempaan menurut Gede Suantika, erupsi masih terjadi. Hanya saja kondisinya sudah mulai menurun dengan ketinggian 500-2.000 meter.
Sementara dari hasil pengukuran yang dilakukan PVMBG bersama tim Aeroterascan dengan menerbangkan drone dalam misi pengambilan gambar tiga dimensi, pihaknya berhasil mendapatkan data volume lava yang lebih teliti dari sebelumnya.
"Diketahui jika volume lava yang kita hitung dengan dua kali pengukuran yakni sebanyak 16.2 juta meter kubik. Sementara volume kawah sendiri 84.3 juta meter kubik. Artinya kawah itu 20 persennya terisi terus dan itu hasil perhitungan terakhir," sebutnya.
Kata dia, pengambilan gambar tiga dimensi oleh tim drone dan PVMBG dilakukan untuk menentukan isi lava dalam volume kawah, dan ternyata dari volume kawah 84.3 juta meter kubik itu baru terisi lava sebanyak 12.2 juta meter kubik.
Berati dengan demikian menurutnya masih ada ruang lagi 72,1 juta kubik pada kawah gunung tertinggi di Bali ini.
"Volume sebenarnya cukup besar, kalau semua tumpah ruah itu yang bermasalah, tapi sampai saat ini belum ada tanda-tanda akan terjadinya letusan yang lebih besar. Itu karena magma posisinya masih jauh di bawah," terangnya.
Erupsi yang terjadi saat ini hanya menghasilkan hujan abu, dan terbentuknya kubah lava di permukaan kawah.
Sedangkan berdasarkan data yang terekam oleh seismograf di Pos Pengamatan Gunung Api Agung, di Desa/Kecamatan Rendang, sepanjang 16 jam terakhir atau dari pukul 00.00-18-00 WITA.
Tercatat sebanyak 40 kali embusan dengan amplitudo tertinggi 22 milimeter berdurasi 45-95 detik, gempa sebanyak empat kali dengan amplitudo tiga milimeter berdurasi 35-60 detik, gempa vulkanik dangkal sebanyak dua kali dengan durasi 6-32 detik, serta gempa vulkanik dalam sebanyak dua kali dengan durasi 24 detik.
Selain itu tremor menerus juga terekam sebanyak dua kali dengan amplitudo 2-15 mm.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya