Hari Ibu, perempuan di Kampung Nelayan dapat penyuluhan kanker serviks
Merdeka.com - Sekitar 100 perempuan di Kampung Nelayan Cilincing, Jakarta Utara mendapatkan penyuluhan tentang pengertian kanker serviks. Kanker serviks atau kanker mulut rahim merupakan penyebab nomor dua kematian perempuan akibat kanker di Indonesia. Posisinya, tepat di bawah kanker payudara.
Giat tersebut merupakan rangkaian memperingati hari Ibu. Menurut dr Dewi Ema Anindia pengetahuan seputar kanker serviks menjadi hal penting bagi perempuan khususnya di dalam negeri.
"Oleh karena tingginya insidensi penderita kanker serviks Di Indonesia maka menjadi penting bagi setiap wanita di Indonesia untuk memiliki pemahaman mengenai kanker serviks dan juga bagaimana cara untuk mencegahnya" ujar Dewi di Jakarta, Sabtu (23/12).
Perempuan yang juga Ketua Bidang Kesehatan/Pendidikan dan PPPA Garda Pemuda NasDem ini menambahkan penyuluhan mengenai kanker serviks sinergis dengan program pemerintah yang digagaskan oleh OASE (Organisasi Aksi Solidaritas Era) Kabinet Kerja yang dipimpin oleh Ibu Iriana Jokowi dalam rangka pencapaian nawacita Presiden Jokowi. Dimana salah satu programnya adalah dengan meningkatkan pelaksanaan pencegahan dan deteksi dini kanker pada perempuan di Indonesia pada tahun 2015-2019.
Ia menjelaskan apabila kanker serviks terdeteksi tentu hal ini dapat dicegah oleh karena apabila ditemukan di tahap awal maka akan mudah untuk mengobatinya. Hal itu yang membuat pemeriksaan dini sangatlah penting.
Acara penyuluhan Kanker Serviks ini,diawali dengan pemahaman mengenai Kanker serviks, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan peserta dan juga pembagian paket sehat. Penyuluhan ini dilakukan secara berkala, dan terselenggara bersamaan dengan Partai hingga sayap Partai.
"Kami berharap, setelah ibu-ibu paham mengenai kanker serviks maka akan dilanjutkan dengan pemeriksaan deteksi dini dengan test IVA (Inpeksi Visual Asam Asetat) atau dengan Pap Smear bagi yang sudah menikah, dan bagi yang masih gadis disarankan untuk melakukan vaksinasi kanker serviks," tuturnya.
Kanker serviks sendiri bisa dicegah dengan melakukan vaksinasi kanker serviks, dimana di Indonesia terdapat 2 jenis vaksinasi kanker serviks yang beredar. World Health Organization (WHO) memberikan rekomendasi agar vaksinasi kanker serviks dilakukan sejak remaja.
"Satu-satunya kanker yang dapat dicegah adalah kanker serviks namun yang sering menjadi kendala terutama di Indonesia adalah biaya, vaksinasi kanker serviks merupakan vaksin yang cukup mahal jadi kita berharap saja kedepannya vaksinasi kanker serviks dapat menjadi gratis," tandasnya.
Acara penyuluhan Kanker Serviks ini,diawali dengan pemahaman mengenai Kanker serviks, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan peserta dan juga pembagian paket sehat.
Hal ini dilakukan secara berkala, dan terselenggara bersamaan dengan Partai hingga sayap Partai.
"Demi kesejahteraan dan peningkatan kualitas kesehatan perempuan Indonesia," kata Wakil Ketua Umum Bidang Sosial Garda Pemuda NasDem Clara Tampubolon.
"Kami berharap, setelah ibu-ibu paham mengenai kanker serviks maka akan dilanjutkan dengan pemeriksaan deteksi dini dengan test IVA (Inpeksi Visual Asam Asetat) atau dengan Pap Smear bagi yang sudah menikah, dan bagi yang masih gadis disarankan untuk melakukan vaksinasi kanker serviks."
Kanker serviks sendiri bisa dicegah dengan melakukan vaksinasi kanker serviks, dimana di Indonesia terdapat 2 jenis vaksinasi kanker serviks yang beredar. (mdk/rhm)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya